SOHAM Papua Desak DPRP Bentuk Tim Pencari Fakta | Pasific Pos.com

| 16 August, 2018 |

Foto Pertemuan tertutup Komisi I DPR Papua dengan Solidaritas HAM Papua di Ruang Rapat Komisi I DPR Papua. Foto Pertemuan tertutup Komisi I DPR Papua dengan Solidaritas HAM Papua di Ruang Rapat Komisi I DPR Papua.

SOHAM Papua Desak DPRP Bentuk Tim Pencari Fakta

Headline Penulis  Minggu, 22 Juli 2018 20:59 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Wakum: Kami Minta Wartawan Juga Dilibatkan Dalam Pencarian

 

Jayapura, - Solidaritas HAM (SOHAM) Papua untuk Nduga mendesak DPR Papua dalam hal ini Komisi I DPR Papua yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM agar segera membentuk tim pencari fakta gabungan guna menyelesaikan kasus HAM di Kabupaten Nduga.

Hal itu ditegaskan oleh salah satu Anggota SOHAM Papua, Tedi Wakum usai melakukan pertemuan bersama dengan Komisi I DPR Papua di ruang rapat Komisi I DPR Papua, Jumat (20/7/18) akhir pekan kemarin.


Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long didampinggi dua anggota Komisi I, masing-masing Laurenzius Kadepa dan Jhon Gobay.


Menurut Tedi Wakum, dengan melihat berbagai informasi yang simpang siur di media masa, dimana pernyataan Bupati setempat dari diawal berbeda dengan pernyataannya yang akhir.


Untuk itu, kata Wakum, pihaknya merasa sangat prihatin denga situasi di Kenyam Kabupaten Nduga.


"Karena sampai hari ini publik juga masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di sana," ujarnya.


Karena alasan itulah lanjut Tedi Wakum, kami dari SOHAM Papua sepakat melakukan pertemuan hari ini dengan DPR Papua guna mendorong agar DPR Papua membentuk tim investigasi.


Namun Tedi Wakum meminta, agar tim investigasi yg dibentuk oleh DPR Papua dapat melibatkan pihaknya dan juga Wartawan untuk mencari tahu masalah apa sedang terjadi di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga.


"Kami meminta agar kami dan Wartawan independen untuk ikut terlibat mencari tau masalah apa yang sedang terjadi di Kabupaten Nduga saat ini. Sehingga publik juga tidak bertanya-tanya dan secepatnya bisa mengetahui masalah apa yang sedang terjadi disana, " kata Tedi.


Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Papua Laurenzius Kadepa usai pertemua menjelaskan, pertemuan hari ini, mereka ingin agar DPR membetuk tim pencari fakta gabungan yang independen mengingat ada informasi yang berbeda soal kejadian di Nduga.


"Kami dari DPR sendiri prihatin dengan apa yang sudah terjadi dan tentunya aspirasi yang sudah disampaikan ini, kami terimah dan akan laporkan ke pimpinan guna membahas aspirasi tersebut," jelasnya.


Apalagi tambah Kadepa, secara lembaga pihaknya sudah memintah untuk menarik pasukan TNI/Polri dari Nduga.


Hanya saja tandas legislator dari Partai NasDem itu, jika hal itu belum cukup.


"Sekarang sudah ada korban jadi pembentukan tim pencari fakta harus secepatnya dilakukan agar kita bisa mengetahui akar permasalahannya seperti apa. Juga bisa mengetahui situasi apa yang sedang terjadi sebenarnya disana (Kenyam), " tandas Kadepa. (TIARA)

Dibaca 76 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.