BPDASHL Remu-Ransiki Sediakan 28.000 Bibit Buah Bersertifikat | Pasific Pos.com

| 16 August, 2018 |

BPDASHL Remu-Ransiki Sediakan 28.000 Bibit Buah Bersertifikat

Papua Barat Penulis  Sabtu, 21 Juli 2018 07:50 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Manokwari, TP – Selama 3 minggu ini, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kegiatan nasional ‘Bibit Produktif 2018’.

Staf Evaluasi Kantor Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Remu-Ransiki, KLHK, Andi Munawir, S.Hut menerangkan, bibit produktif yang dimaksud adalah bibit yang nanti diharapkan bisa menghasilkan.

Munawir yang juga penanggung jawab Posko Bibit Produktif, menambahkan, dari 34 provinsi di Indonesia, memang ada program kerja yang telah dianggarkan dan tahun ini, BPDASHL Remu-Ransiki Manokwari, terdapat 9 bibit buah yang bersertifikat yang didatangkan dari Jawa.

“Bibit buah yang didatangkan dari Jawa, seperti Durian, Rambutan, Mangga, Pete, Jambu Air, Jambu Biji, Sirsak, dan Kelengkeng,” rincinya kepada Tabura Pos, kemarin.

Untuk Manokwari dan sekitarnya, terdapat 28.000 bibit produktif yang disediakan untuk dibagikan secara gratis ke masyarakat kelompok tani maupun perorangan yang membutuhkan.

“Sejauh ini, bibit yang sudah tersalurkan dari jumlah 28.000 bibit, sudah sekitar 16.000, sedangkan yang tersisa di persemaian masih ada sekitar 12.000-an bibit,” tambah Munawir.

Syarat pengambilan bibit, kata dia, bisa dilakukan perorangan atau kelompok. Untuk perorangan, maksimal jumlah yang diberikan sebanyak 200 bibit dari 9 jenis yang ada usulan petani.

Sementara untuk kelompok, Munawir mengatakan, pengambilan bibit per kampung hanya bisa diwakili satu kelompok dan maksimal jumlah yang diberikan 3.000 bibit dari 9 jenis bibit yang ada sesuai usulan.

“Dalam pengambilan bibit memang dibatasi, perorangan dan kelompok. Kalau perorangan, pasti kan luas cakupannya sedikit. Kalau kelompok tani, kami berikan dalam jumlah besar, karena membawahi beberapa orang. Seperti kemarin, sudah ada beberapa kelompok yang datang, yakni kelompok tani, KUD, PKK, Dharma Wanita, sekolah, kepala kampung dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk pengambilan bibit, ada syarat yang harus dipenuhi pemohon, seperti fotocopi KTP, surat keterangan domisili, memiliki lahan untuk ditanam, sketsa lokasi penanaman, dan dokumentasi penanaman yang diserahkan ke Kantor BPDASHL untuk perorangan.

Untuk permintaan pribadi, ia menegaskan, harus mengetahui tanda tangan kepala kampung jika benar bibit yang disalurkan untuk ditanam, bukan dijual.

“Kita ketahui bahwa bibit okulasi, harga per bibit bisa mencapai Rp. 100.000 bahkan Rp. 150.000. untuk kelompok, cukup diwakili ketua kelompok saja dan memberikan fotocopi SK kelompok yang minimal beranggotakan 15 orang,” terang Munawir.

Dijelaskannya, untuk prosedur pengambilan bibit tanaman produktif, terlebih dahulu mengisi formulir permohonan bibit di Kantor BPDASHL Remu-Ransiki, menyerahkan berkas permohonan ke pengelola persemaian. Untuk pengambilan, pemohon akan dikonfirmasi kembali untuk ditetapkan jumlah, jenis, dan waktu pengambilan bibit yang disetujui.

“Pengambilan bibit dilakukan langsung oleh si pemohon di posko yang disediakan dengan menggunakan transportasi sendiri, kemudian menandatangani serah terima bibit serta membuat dokumentasi dengan pengelola,” ungkapnya.

Dikatakan Munawir, dengan program ini, dirinya berharap potensi buah di Manokwari bisa meningkat, di samping memang sebelumnya ada program kayu, tetapi diselipkan dengan buah supaya masyarakat berniat untuk menanam. “Maka dari itu, semoga masyarakat bisa menyadari manfaat dari program ini,” tukas Munawir. [CR45-R1] 

Dibaca 194 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX