BI Bantu Pemprov Papua Barat Dorong Kemajuan Industri Pariwisata | Pasific Pos.com

| 21 October, 2018 |

BI Bantu Pemprov Papua Barat Dorong Kemajuan Industri Pariwisata

Papua Barat Penulis  Rabu, 18 Juli 2018 07:43 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Barat membantu Pemprov Papua Barat untuk mendorong kemajuan industri pariwisata di daerah ini. Hal itu karena pariwisata menjadi salah satu potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk mendorong kemajuan di daerah. Oleh sebab itu, Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Papua Barat Semester I 2018 di Hotel Swissbell, Manokwari, diselenggarakan BI dipadukan dengan diskusi Pengembangan Sektor Pariwisata sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat.

Kepala Perwakilan BI Provisi Papua Barat, S.Donny Heatubun mengemukakan, setiap tiga bulan BI memiliki topik khusus yang diajukan dalam KEKR. Pada triwulan I fokusnya pada kawasan ekonomi khusus, sedangkan pada triwulan II fokusnya pada industri pariwisata.

Dengan kata lain, menurut dia, sebenarnya BI memberikan perspektif kepada pemerintah sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang diciptakan. Sebab, Papua Barat penerimaannya banyak karena eksploitasi sumber daya alam yang suatu saat bisa habis.

“Oleh karena itu, mumpung masi awal, perlu dimulai memberikan bayangan bahwa ada sisi lain atau sektor lain yang bisa dikembangkan, seperti kawasan ekonomi khusus (KEK) dan pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya, sepanjang dijaga dengan baik, kekayaan wisata alam tidak akan habis dan menjadi salah satu sumber perekonomian untuk masyarakat pemda setempat. Oleh karena itu, bagi BI, pariwisata mejadi salah satu topik bahasan ekonomi keuangan daerah di triwulan II ini yang nantinya akan dibahas bersama di kawasan wisata Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“BI juga akan mengajak pemda supaya ada keinginan untuk jauh lebih membangun industri pariwisata karena menjadi potensi sumber penerimaan daerah.

Saat ini, kata dia, di Papua Barat destinasi wisata yang terkenal adalah Raja Ampat. Dengan demikian, jika Raja Ampat dijadikan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan semua destinasi wisata di Papua Barat, tidak masalah jika memulai pengembangan pariwisata dari Raja Ampat.

Namun, di Papua Barat tidak hanya Raja Ampat. Masih ada banyak destinasi bagus dan unik yang bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Ada yang lebih dekat di Manokwari, yakni Teluk Triton, yang hampir sama dengan satu pulau di Raja Ampat, sementara dari sisi jarak jauh lebih dekat. Ada juga Pegunungan Arfak dengan Danau Anggi-nya. Ada lagi wisata laut, misalnya hiu paus di Teluk Wondama dan Kaimana serta lumba-lumba di Kaimana. Hal-hal itu unik dan lebih lagi kalau tidak hanya wisata alam tapi juga wisata budaya,” sebutnya.

Menurutnya, wisata alam dan budaya sangat potensial dikembangkan, khususya untuk wisatawan mancanegara, sebab yang lagi “naik daun”saat ini adalah wisata dengan tema back to nature.

“Dengan paduan budaya di Papua yang sudah terkenal itu lebih pas lagi. BI melihatnya seperti itu. Jadi kalau majukan itu, BI akan mencoba untuk membantu,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa BI akan membantu pemerintah mendorong kemajuan industri pariwisata di Papua Barat. Hal itu karena salah satu tugas BI adalah penasihat pemerintah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, Sergius Rumsayor pada dalam pemaparannya mengatakan, Papua Barat memiliki tiga kawasan strategis pariwista (KSP) yakni KSP Alam Bahari Pulau-pulau kecil Raja Ampat,  KSP Alam Pegunungan Manokwari, serta KSP Budaya Bahari Fak Fak-Kaimana. Sasaran pengembangan kawasan wisata di Raja Ampat, kata dia, yakni menjadikan Raja Ampat sebagai destinasi wisata alam bahari pulau-pulau kecil yang berskala internasional, terciptanya sistem transportasi lokal untuk memudahkan aksesibilitas menuju Raja Ampat, serta terlestarikannya sumber daya alam kawasa Raja Ampat.

“Untuk KSP Manokwari, sasaran pengembangannya pada pengembangan akesesibilitas dan kelengkapan sarana prasarana pariwisata alam,” katanya.

Sementara untuk KSP Fak Fak-Kaimana, sasarannya pada pengembangan aksesibilitas masuk ke kawasan, baik melalui udara maupun jalur laut serta pengembangan bandara di Fak Fak dan Kaimana. Selain ketiga KSP itu, Papua Barat juga memiliki satu kawasan andalan pariwisata (KAP) yakni KAP Sorong. Pemprov Papua Barat akan mengembangkan KAP Sorong dengan mengoptimalkan peran Sorong sebagai kawasan andalan untuk mendorong perkembangan wilayah di sekitarnta.

“Selai itu,  pegambangan fasilitas penunjang pariwisata seperti transportasi, akomodasi, makan minum, keuangan dan perbankan, pusat perbelanjaan cinderamata dan oleh-oleh, serta tourism information center (TIC) skala provinsi. (CR44) 

Dibaca 367 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.