Menjadi Juara Bersyukur, tidak Juara pun Unimor Tetap Bersyukur | Pasific Pos.com

| 20 October, 2018 |

Menjadi Juara Bersyukur, tidak Juara pun Unimor Tetap Bersyukur

Papua Barat Penulis  Rabu, 18 Juli 2018 07:41 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kontingen mahasiswa Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu, NTT, berharap bisa meraih juara dalam perhelatan Pesta Paduan Suara Mahasiswa (Pesparama) Nasional yang ke-XV di Manokwari. Namun, tidak menjadi juara pun, kontingen mahasiswa Unimor tetap bersyukur. Sebab, yang diutamakan dalam keikutsertaan kali ini bukan meraih juara, melainkan menjalin persaudaraan antarmahasiswa se-Indonesia.

Kepada Tabura Pos di Gereja GKI Petrus, Amban, Manokwari, Selasa (16/7), Penanggung Jawab Kontingen Unimor, Agustinus Agung Dethan mengharapka Unimor bisa dan menjuarai Pesparama Nasional kali ini. akan tetapi, meurut dia, dalam perlombaan belum tentu apa yang dicita-citakan bisa berhasil dan menjadi juara.

Walaupun tidak menjadi juara, menurut dia, Unimor bisa bangga karena bisa mengikuti event tersebut. “Setidak-tidaknya mahasiswa Unimor sudah bisa berpartisipasi dalam kegiatan Pesparama Nasional ini. Sesuai persyaratan yang diberikan panitia, peserta dari mahasiswa maksimal sebanyak 40 orang. Oleh karena itu, Unimor memenuhi syarat itu dengan membawa 40  mahasiswa sebagai peserta lomba dan tujuh orang pendamping,” tuturnya.

Menurutnya, pelaksanaan Pesparama Nasional yang ke-XV di Manokwari ini sejak pembukaan hingga Selasa kemarin sangat baik. Kalaupun ada kekurangan-kekurangan, bagi dia, itu hal biasa.

“Tapi yang paling penting adalah event ini selain menguji skill mahasiswa berolah vokal, juga menjalin persaudaraan antarmahasiswa seluruh Indonesia. Ini yang paling penting, mereka bisa berbagi pengalaman selama beberapa hari di sini, sehingga menimbulkan rasa persaudaraan di antara mereka demi NKRI. Itu hal yang sangat penting,” imbuhnya.

Dengan demikian, bagi dia, pihaknya bersyukur jika Unimor meraih juara, tidak juara pun bersyukur karena utamanya adalah tampil maksimal dan menjalin persaudaraan di antara mahasiswa.

“Target awal adalah masuk dalam 10 besar.” tukasnya.

Sementara itu, Pelatih Kepala Paduan Suara Mahasiswa IAKN Ambon, Egy Picanussa menuturkan, pihaknya berlatih kurang lebih tiga bulan sejak proses audisi hingga latihan bersama. Namun saat tiba di Manokwari, kontingennya kaget karena cuacanya beda.

“Saat tiba kaget karena panas tiba-tiba hujan, sehingga tidak berlatih tapi istirahat. Persiapan untuk hari pertama pun tetap menjaa pita suara, sehingga melarang peserta dari IAKN Ambon mengkonsumsi makanan berminyak dan pedas. Selain itu, menjaga istirahat mereka,” ungkapnya.

Pada hari kedua pun, kata dia, tidak ada latihan khusus, hanya melatih bagian tertentu. Untuk teknik, sejak awal kuliah diingatkan untuk menjaga support dan membidik nada yang benar, sedangkan target vokal ada di bola mata, sehingga bernyanyi dengan ekspresi yang tepat.

Soal menang dan kalah dalam Pesparama Nasional kali ini, menurut dia, prinsip IAKN Ambon berpartisipasi adalah bernyanyi bagi Tuhan.

“Kalau ada sesuatu yang lebih dari itu adalah berkat. Yang penting talenta adik-adik mahasiswa sudah ditunjukkan,” tegasnya.

Dia menjelaskan, untuk bergabung dalam tim paduan suara IAKN Ambon, pihaknya membuka audisi. Saat itu, ada lebi dari 300 mahasiswa mengikuti audisi dan terpilih 75 orang. Selanjutnya 75 orang tersebut disaring lagi hingga memenuhi syarat untuk mengikuti Pesparama Nasional kali ini.

“Yang paling dicari adalah bukan seberapa tinggi nada, melainkan seberapa warna suara yang hampir sama,” sebutnya.

Dia juga menyebut kali ini merupakan yang terakhir bagi sekolah tinggi yang berada di bawah binaan Kementerian Agama, sebab sekarang bukan lagi STAK melainkan IAKN.

“Karena itu, kita diberikan kesempatan untuk ikut sampai kali ini saja. Selanjutnya kita tidak bisa ikut lagi dengan Dikti, sehingga berusaha mungkin go international. Harapan kami, Maluku bisa menjadi Kota Musik yang lebih baik,” tukasnya. (CR44) 

Dibaca 262 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.