Demonstran Minta Polda Papua Barat Tetapkan Tersangka Korupsi Dinas Perumahan | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Demonstran Minta Polda Papua Barat Tetapkan Tersangka Korupsi Dinas Perumahan

Papua Barat Penulis  Selasa, 10 Juli 2018 19:17 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Dirreskrimsus: Langkah Penyidik Selanjutnya Lakukan Gelar Perkara

 

Manokwari, TP – Aksi demonstrasi untuk menuntut penyelesaian terhadap sejumlah kasus korupsi yang ditangani Polda Papua Barat, kembali dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Papua (Unipa) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di depan Kampusnya, Senin (9/7).

Dalam aksi demonstrasi tersebut, masa meminta Polda Papua Barat segera menetapkan tersangka dugaan korupsi Pengadaan tanah seluas 1 hektar di Arfai, oleh Dinas Perumahan Provinsi Papua Barat yang bersumber dari APBD tahun 2016 senilai Rp. 4,5 Miliar.

“Penegak hukum jangan tutup mata terkait dugaan korupsi Dinas Perumahan, kami minta dengan tegas penegak hukum segera usut tuntas setiap persoalan korupsi yang terjadi di Papua Barat,” ucap Koordinator aksi, Rasip Kelkusa dalam orasinya.

Dirinya meminta, Polda Papua Barat segera tangkap dan adili siapa pun yang dengan sadar melakukan korupsi atau merampas hak rakyat.

Menurutnya, BEM Unipa akan kawal setiap kasus korupsi yang terjadi di Papua Barat, demi penegakan undang-undang nomor 31 tahun 1998 tetang tindak pidana korupsi.

Terpisah, Dirreskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol. Budi Santosa yang dikorfirmasi terkait aksi dan tuntutan para mahasiswa mengaku, mendukung apa yang disuarakan mahasiswa.

Sebab, dikatakanya, penanganan kasus korupsi jika dari pihak eksternal tidak membalance atau dikawal oleh pihak manapun termasuk wartawan dan LSM, yang sebelumnya ada kekurangan bisa dipacu biar cepat.

Terkait dengan kasus dugaan korupsi Dinas Perumahan yang sampai saat ini belum ada penetapan tersangka, diakuinya sebab menunggu proses PKN oleh BPKP yang sudah diserahkan beberapa waktu lalu.

“Langkah penyidik selanjutnya, kita lakukan gelar perkara untuk menerapkan peran-peran dari masing-masing pihak yang terlibat,” ucap Dirreskrimsus kepada para wartawan di sekitar area Polda Papua Barat , kemarin.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada para mahasiswa karena sudah bersama-sama pihaknya mengawal penanganan perkara korupsi Dinas Perumahan biar lebih baik.

Meski demikian, dirinya meminta, hal yang harus diperhatikan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi adalah bukan dengan cara berdemo sebab memiliki kesan yang kurang baik, tetapi penyampaian aspirasi bila dilakukan melalui pemintaan audensi dengan pihaknya sehingga setiap kasus korupsi bisa sama-sama dikawal secara baik.

“Kalau persoalan ini lambat itu relative saja, karena memang penanganan korupsi itu tidak sama dengan kasus lain, justru kita harus ekstra hati-hati dan tepat,” tandas dia. [BOM] 

Dibaca 640 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.