Ketua Panwas : PSU di Taumi Berjalan Baik | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Ketua Panwas : PSU di Taumi Berjalan Baik

Rate this item
(0 votes)

NABIRE – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua TPS di Kampung Taumi, Distrik Wapoga, Kabupaten Nabire, telah berjalan dengan baik. Proses demokrasi di dua TPS itu telah dilakukan dengan lancar. PSU dilakukan pasca adanya pelanggaran saat pencoblosan pada hari ‘H’ Pilgub tanggal 27 Juni 2018 lalu.

“Iya benar PSU sudah dilaksanakan di dua TPS di Taumi. Masyarakat pemilik hak suara telah menyalurkan haknya saat PSU yang dilakukan kemarin,” ujar Ketua Panwas Kabupaten Nabire, Adriana Sahempa, kepada media ini di seputaran Polres Nabire, Selasa (3/7) kemarin.


Seperti diberitakan sebelumnya, pasca adanya pelaporan dari Panwas Distrik Wapoga terkait adanya kecurangan di Kampung Taumi, pada saat hari pencoblosan Pilgub Papua 2018, 27 Juni 2018 lalu, KPU Nabire akan melakukan PSU di Kampung Taumi.


Seperti diketahui, Panwas kabupaten Nabire mendapatkan laporan dari Panwas Distrik Wapoga pada tanggal 28 Juni lalu bahwa telah terjadi pelanggaran Pemilu di kampung Taumi dimana tidak terjadi pencoblosan, namun hasil suara dari dua TPS di kampung tersebut direkayasa oleh oknum tak bertanggung jawab.


Menurut Ketua Panwas Nabire, Adriana Sahempa, Panwas Distrik Wapoga telah melakukan kajian dan menetapkan pleno, serta merekomendasikan panitia pemungutan distrik (PPD) Wapoga untuk dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).
Oleh karena itu, KPU Nabire Minggu pagi 1 Juli 2018, telah mendistribusikan logistik ke kedua TPS tersebut guna pencoblosan ulang.


Sementara itu, KPU kabupaten Nabire, rabu esok 4 Juli 2018, akan melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pilgub Papua 2018. Pleno tersebut menurut Ketua KPU Nabire, Nelius Agapa, kepada Nabire.Net, baru dilaksanakan besok setelah terlebih menunggu pleno di tingkat distrik (PPD). (ist) 

Read 120 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.