Oknum Fasilitator WNA Akan Diproses Hukum | Pasific Pos.com

| 22 July, 2018 |

Oknum Fasilitator WNA Akan Diproses Hukum

Kriminal Penulis  Sabtu, 23 Jun 2018 00:41 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Timika, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Timika, Papua memastikan akan memproses hukum perusahaan dan oknum yang memfasilitasi puluhan warga negara asing bekerja pada sejumlah lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire.

Imigrasi Tembagapura sebelumnya telah mengamankan 37 WNA yang ditemukan tanpa izin bekerja di empat lokasi tambang di kampung Lagari, distrik Makimi, Nabire. 21 WNA tersebut telah diperiksa di Timika dan sisanya baru akan dievakuasi dari Nabire.


"21 WNA terdiri dari satu asal Korea Selatan, 4 Jepang dan 16 China telah ditahan sejak tanggal 10 Juni di Timika. Sementara 16 WNA lagi masih berada di Nabire dan akan menyusul dari sana untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kepala Kantor Imigrasi Tembagapura, Jesaja Samuel Enock di Timika, Jumat (22/6).


Lebih lanjut dijelaskan bahwa ke 21 WNA tersebut terindikasi melakukan tindak pidana keimigrasian dengan beraktivitas sebagai tenaga kerja padahal sebagian besar mereka hanya memiliki visa kunjungan wisata dan kunjungan tinggal sementara.


"Mereka disangkakan melanggar pasal 122 huruf (a) UU Keimigrasian dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp500 juta. Jadi tidak ada hanya deportase tetapi semua diproses hukum," tegas Samuel.


Samuel menegaskan dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ada orang-orang maupun korporasi yang berperan menyuruh atau memfasilitasi mereka bekerja tanpa izin di sejumlah lokasi penambangan emas.


"Dapat disangkakan pasal 122 huruf (b) UU Keimigrasian bagi orang yang menyuruh melakukan atau dalam hal ini orang-orang yang memfasilitasi mereka termasuk pihak perusahaan," katanya.


Samuel mengaku telah mengidentifikasi beberapa orang termasuk seorang pemilik perusahaan yaitu PT Pasific Mining Jaya berinisial BE bertanggung jawab dalam kasus ini. Proses terhadap para oknum tersebut segera ditingkatkan ke tahap pemeriksaan.


Penangkapan terhadap puluhan tenaga kerja asing ilegal ini berawal dari laporan masyarakat dan lembaga adat di Nabire. Imigrasi mengindikasi masih ada ratusan WNA lainnya yang tidak memiliki izin kerja berada di sana melakukan aktivitas penambangan.


"Ini semua dalam rangka tegaknya kedaulatan negara. Negara hadir memberikan isyarat kepada setiap orang asing bahwa ada pemerintah dan penegak hukum yang mengatur tentang kegiatan mereka," tutur Samuel.

Dibaca 75 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.