Diduga Ada Permainan Dibalik Penangkapan Puluhan WNA di Nabire | Pasific Pos.com

| 22 July, 2018 |

John R Gobai John R Gobai

Diduga Ada Permainan Dibalik Penangkapan Puluhan WNA di Nabire

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gobai : Permainan Kotor Itu Dilakukan Oleh Oknum Aparat

 

 

Jayapura, - Anggota DPR Papua dari daerah pengangkatan Meepago, John R Gobai menduga ada permainan yang dilakukan oknum aparat dibalik penangkapan puluhan warga negara asing (WNA) yang bekerja di lokasi pertanbangan emas di Nabire.

Bahkan John Gobai mengungkapkan, jika saat turun melakukan kunjungan kerja di Nabire, pada Desember 2017, sebenarnya warga asing yang bekerja di pertambangan itu sudah lama dan seolah-olah sengaja dibiarkan.


"Jadi, saya menduga itu ada permainan kotor dari oknum aparat,“ ungkap John NR Gobai, Jumat(22/6/18).


John Gobai membeberkan jika permainan kotor itu dilakukan oleh oknum aparat kepolisian di Polres Nabire dan juga oknum dari Polda Papua yang juga ikut terlibat.


"Kejadian ini sengaja dibiarkan dan sudah cukup lama. Padahal oknum anggota polisi ini, baik didalam intel polres maupun polda itu ada unit yang namanya pengawasan orang asing dan itu mereka punya tugas untuk mengecek,“ bebernya.


Apalagi, kata John Gobai, ketika tim dari Polda Papua turun untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga negara asing yang bekerja di pertambangan emas itu, malah warga negara asing ini sudah tahu lebih dulu dan langsung bersembunyi di hutan.


“Jadi, ini seolah-olah ada permainan kongkalikong,“ ketus Gobai.


Namun, legislator ini mengaku salut dengan pihak Imigrasi Timika, yang telah melakukan penangkapan puluhan WNA.


"Jadi saya salut kepada Pak Henock dari Imigrasi Timika yang secara tegas sudah melakukan operasi terhadap keberadaan orang asing di sana,“ kata John Gobai.


Untuk itu, John Gobai meminta Kapolda Papua untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Kapolres Nabire terkait masalah itu.


Selain itu, ia juga meminta agar siapapun yang jadi Kapolres Nabire tidak boleh bermain-main dengan investor pertambangan emas di daerah tersebut, karena sudah terindikasi sudah cukup lama orang yang bertugas di Nabire, yang diduga sering bermain dengan kelompok-kelompok nakal yang ada di wilayah itu.


Bahkan, John Gobai mengungkapkan dari puluhan WNA yang ditangkap Imigrasi Mimika itu, berasal dari lima perusahaan tambang, diantaranya PT Pasific Maining Jaya, Mega Sincin, Inko Batubara dan lainnya.


“Itu termasuk Pasific Maining Jaya. Sekarang kan kedoknya terbuka. Orang berfikir saya punya masalah pribadi. Itu tidak ada, ini tidak benar. Saya waktu kunker sudah ketemu dengan mereka, ketemu Cina Cina itu, makanya saya laporkan hal ini ke kepolisian. Sehingga tim dari Polda pun turun, tapi mereka tahu dan langsung lari dan bersembunyi di tengah hutan,“ ungkapnya.


Menurut John Gobai, permainan itu sudah lama terjadi dan terindikasi banyak warga asing yang bekerja di pertambangan emas di sekitar Nabire termasuk di Paniai, karena akses ke tempat pendulangan emas cukup mudah dan dapat ditempuh jalan darat.


Untuk itu, ia mendesak Gubernur Papua agar mencabut ijinnya terhadap perusahaan yang mempekerjakan orang asing tanpa prosedur tersebut, apalagi adanya tumpang tindih perijinan termasuk PT Pasific Maining Jaya.


Ia pun berharap Imigrasi dapat menempatkan satu pos pengawasan WNA di Nabire, karena merupakan daerah investasi yang cukup banyak mendatangkan tenaga kerja asing.

Namun selain Imigrasi, ia juga berharap agar pihak kepolisian dan kejaksaan bisa memaksimalkan pengawasan terhadap tenaga kerja asing di pertambangan.


"Jadi tiga unsur ini harus kerja maksimal dan harus sinkron. Jadi saya sudah pernah melaporkan kepada pihak kepolisian, pihak Polda dan Dir Intel. Itu saya sudah pernah melaporkan. Jadi saya minta pihak kepolisian tidak usah bermain-main,“ tandasnya.


Karena kata Jhon Gobai, selama ini para tenaga kerja asing itu, ijinnya kunjungan wisata, namun justru mereka manfaatkan untuk berbisnis atau bekerja, namun ketika rakyat menambang justru dibilang ilegal.


"Manusia-manusia ilegal ini sebaiknya dipulangkan saja ke kampungnya. Yang kedua, polisi tidak usah bermain, yang ketiga segera copot Kapolres Nabire. Yang keempat, siapa pun dia datang mau jadi Kapolres di Nabire, tidak usah bermain investasi,“ tekannya.


Yang jelas, tambah John Gobai, pihaknya tidak ingin kejadian itu banyaknya warga asing yang bekerja di pertambangan tersebut.


"Karena ini bisa memicu masyarakat yang cemburu dengan melakukan tindakan yang tidak diinginkan terhadap perusahaan tambang emas di daerah tersebut," tutup Gobai. (TIARA)

Dibaca 262 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.