Kapendam : Tidak Benar Ada Penyanderaan Prajurit di Puncak Jaya | Pasific Pos.com

| 25 September, 2018 |

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Kapendam : Tidak Benar Ada Penyanderaan Prajurit di Puncak Jaya

Headline Penulis  Selasa, 19 Jun 2018 10:55 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi membantah adanya penyanderaan anggota TNI dan istrinya oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di distrik Yambi, kabupaten Puncak Jaya, pada beberapa hari lalu.

Kolonel Aidi mengatakan, Pratu Darius yang diisukan tengah disandera bersama istrinya merupakan prajurit TNI dari Yonif 753/AVT Nabire yang disersi atau meninggalkan tugas kemiliteran tanpa keterangan.


"Jadi informasi itu tidak benar, hoax. Pratu Darius asal Pegunungan Bintang tersebut sebenarnya desersi meninggalkan satuan dan kabur bersama pacarnya bernama Mega," kata Aidi saat dikonfirmasi melalui telephon selullernya, Senin (18/6).


Kapendam yang sedang tugas ke Jakarta ini mengatakan, sebelumnya sempat diduga jika yang bersangkutan telah bergabung dengan kelompok KKSB di wilayah Yambi, Puncak Jaya, begitu melarikan diri dari satuan TNI AD beberapa waktu lalu. Namun setelah diselidiki, yang bersangkutan tidak ada bergabung dengan KKSB maupun informasi penyanderaan itu ternyata tidak ada.


Dijelaskannya pula, dari informasi yang diterima saat ini Pratu Darius bersama pacarnya Mega sedang menuju ke Timika. "Semoga yang bersangkutan segera tiba di Timika sehingga semua berita bisa menjadi jelas dari keterangan yang bersangkutan," ujar Kapendam.


Kapendam juga menjelaskan bahwa pada Sabtu (16/6) siang sempat terjadi kontak tembak antara konvoi patroli TNI dengan KKSB di kampung Tirineri, distrik Yambi, kabupaten Puncak Jaya. Lima anggota TNI mengalami luka tembak dalam insiden tersebut.


Gabungan Satgas Yonif 751 Sentani, Yonif 753 Nabire dan Kodim 1714/ Puncak Jaya dipimpin Kasdim 1714/ Puncak Jaya Mayor Inf Dwi Saorjono terlibat kontak tembak dengan kelompok KKSB diduga pimpinan Lery Mayu Telenggen.


Konvoi pasukan TNI dari Satgas Pam Rahwan yang diikuti Satgas Bantuan 16 Kopassus menggunakan tiga unit kendaraan, berangkat menuju distrik Yambi untuk melaksanakan patroli dan monitoring wilayah pada hari raya Idul Fitri.


Setibanya di Kampung Tirineri, pasukan TNI sempat berkomunikasi dengan beberapa warga masyarakat setempat terkait situasi keamanan. Setelah itu konvoi hendak kembali ke Mulia, ibu kota Puncak Jaya.


Namun saat dalam perjalanan tidak jauh setelah meninggalkan lokasi kampung tersebut, kendaraan pertama yang berada paling depan milik pasukan TNI dari Satgas Pam Rahwan Yonif 753 tiba-tiba diberondong tembakan dari ketinggian.


Tiga anggota TNI terluka dalam insiden itu. Praka Supriyanto mengalami luka tembak dibagian paha kiri dan kanan, Pratu Bedjo Susilo luka tembak di bagian paha kanan dan Pratu Reinaldy luka tembak pada paha kiri. Sementara dua anggota lainnya mengalami luka akibat serpihan kaca kendaraan.


Kolonel Aidi mengatakan, kondisi para korban saat ini mulai membaik. "Tiga korban Minggu sore sudah dievakuasi ke RSAD Gatot Soebroto di Jakarta," ujar Kapendam.


Kapendam memastikan situasi di wilayah itu masih tetap kondusif. Pengejaran terhadap KKSB diduga pimpinan Lekagak Telenggen yang bermarkas di Kampung Kumagi, Distrik Yambi tersebut sementara belum dilakukan.


"Situasi masih kondusif, aktivitas masyarakat normal seperti biasa. Belum ada (pengejaran) kita masi melaksanakan pengamanan sambil menghimpun data dan mengevaluasi kejadian kemarin," jelasnya.


Adapun dalam struktur organisasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Lekagak Telenggen merupakan Panglima Komando Operasi yang berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen).


Sementara Lery Mayu Telenggen diduga merupakan bagian dari kelompok Lekagak Telenggen yang belakangan memimpin serangan teror penembakan terhadap aparat keamanan di wilayah Puncak Jaya.

Dibaca 230 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.