Bawaslu dan KPU Diingatkan Tidak Saling Menyalahkan di Media | Pasific Pos.com

| 16 August, 2018 |

Ketua Panitia Khusus (Pansus) pilgub DPR Papua, Thomas Sondegau. Ketua Panitia Khusus (Pansus) pilgub DPR Papua, Thomas Sondegau.

Bawaslu dan KPU Diingatkan Tidak Saling Menyalahkan di Media

Sosial & Politik Penulis  Senin, 18 Jun 2018 22:14 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura : Ketua Panitia Khusus (Pansus) pilgub DPR Papua, Thomas Sondegau mengingatkan KPU dan Bawaslu tidak saling menyalahkan di media, terkait pilkada Mimika dimana salah satu pasangan calon (paslon) kembali diakomodir sebagai peserta pilkada.

Apalagi kata Thomas Sondegau, melihat dinamika belakang ini, kedua lembaga penyelenggara pemilu saling serang terkait hal itu karena awalnya paslon itu telah didiskualifikasi atau dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).


"Ini justru akan membuat masyarakat bingung dan bertanya ada apa. Ada kepentingan apa. Padahal selama ini kan kedua lembaga ini sama-sama duduk, mengambil keputusan dan melaksanakannya. Jadi sekarang jangan seakan saling menyalahkan untuk pencitraan," ketus Thomas Sondegau belum lama ini.


Untuk itu, Thomas ingin kedua lembaga ini selalu berkoordinasi dan duduk bersama membahas jika ada masalah, agar tak terjadi perbedaan pandangan, karena sukses tidaknya pelaksanaan pilgub Papua dan pilkada di tujuh kabupaten, ada pada KPU dan Bawaslu.


"Tapi kalau seperti ini, masyarakat akan bingung. Mau percaya lembaga mana. Jadi ini yang harus dijaga kedua pihak. Karena ini agenda nasional, jangan satu lapor satu, satu lapor satu," ucapnya.


Bahkan, Thomas Sondegau khawatir, jika sikap saling menyalahkan antara lembaga penyelenggara pemilu itu, akan menghambat pelaksanaan pilgub dan pilkada Papua.


"Kalau mau baku lapor selesaikan pilkada dulu. Jadi stop sudah, jangan saling pencitraan. Mari kita sukseskan pemilihan pemimpin di Papua dan tujuh kabupaten," tandas Thomas Sondegau. (TIARA)

Dibaca 86 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.