MEMAKNAI PILGUB PAPUA DAMAI DENGAN BERDOA DAN BEKERJA | Pasific Pos.com

| 14 August, 2018 |

MEMAKNAI PILGUB PAPUA DAMAI DENGAN BERDOA DAN BEKERJA

Opini Rabu, 13 Jun 2018 08:46 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Oleh : Ernest Pugiye



Momentum Pemilihan umum untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua (selanjutnya akan disebut PILGUB) di Kabupaten Nabire kini masih menarik perhatian di khalayak umum. Ketua Pengawas Pemilihan Umum (PANWASLU) untuk PILGUB di Kabupaten Nabire Andreana Sahempa mengatakan pelaksanaannya hanya tinggal enambelas hari dari sekarang. Inilah waktu puncak pelaksanaan PILGUB yang selama ini ditunggu-tunggu oleh setiap warga Indonesia dan para calon pemimpin di Papua. Di sanalah, kita akan dinilai untuk apa dan sejauh mana secara khusus Ketua Pengawas Pemilu di tinggkat Distrik (PPD), Ketua Panitia Pengawas Lapangan (PPL) dan jajarannya sudah dapat berhasil mencerdaskan kehidupan pribadi dan masyarakat dalam pesta PILGUB 2018/2019 di Kabupaten Nabire. Hal ini dikatakan Andreana dalam pengarahannya tentang proses dan tahapan pemilihan PILGUB kepada 60 puluhan anggotan komunitasnya pada Senin 11 Juni 2018 di Kantor Panwaslu Nabire, Jalan Pam Kabupaten Nabire.

“Pelaksanaan PILGUB itu cuma enam belas hari/ dua minggu bila dihitung dari sekarang. Puncak pelaksanaan Pilgub inilah yang selama ini dinanti-nantikan oleh setiap kita. Di sini kita masih tetap dipanggil untuk lebih serius lagi mengawasi proses dan tahapan pelaksanannya. Maka semua tahapan ini dilaksanakan berdasarkan aturan yang ada sambil kita mengesuaikan diri dengan kondisi masyarakat dan geografis di lapangan secara cerdas dan kritis,” kata Andreana kepada para hadirinya dari 10 Dristrik di Kabupaten Nabire.


Selain itu, kata Andreana, para PPD, PPL dan jajarannya dalam menjalankan tagus sebagai pengawas Pilgub dan tahapan pokoknya ini dapat bekerja sama dalam team kerjanya dan bersama masyarakat Distrik dan Kampung secara hati-hati, jujur, adil, betanggung jawab dan bijaksana. Menurutnya, nilai kebersamaan, kejujuran dan kebebasan serta kebijaksanaan dan sejenisnya ini merupakan prinsip dasar dan universal yang mendasari dan menjiwai kita sekalian dalam melaksanakan Pilgub damai Papua.


Berdasarkan semangat ini, kata dia, kita semua mesti bersatu dalam satu pikiran, satu kata dan satu tindakan serta tidak boleh terjadi perbedaan pelaksanaan tugas dari tingkat Panwas Kabupaten sampai di TPS Distrik/ Kampung guna mencintapak PILGUB DAMAI di Papua. Maka pada saat pembagian dan penurunan bahan logistiknya sudah wajib perlu dipasatikan di Distrik dan Kampung.


“Apakah logistik dengan segala atributnya itu sudah tiba di setiap tempat pengambilan suara (TPS) atau belum?. Itulah yang mesti dipastikan semua. Jika ternyata belum tiba logistiknya sampai di sana, perlu segera dikomunikasikan di internal panwas terkait agar tingkat kesulitannya dapat diatasi sama-sama. Maka di Distrik yang paling jauh dari Nabire, seperti Distrik Yaur, Napan dan Umar serta Dipa akan diberikan pengawasan dan pendampingan secara khusus oleh Panwas Kabupaten. Karena itu, Panwas Distrik dari Distrik yang jauh ini akan turun jalan mengawasi bersama kami Panwas Kabupaten ketika tibanya puncak waktu pelaksanaan Pilgub nanti. Sementara 5 Distrik dalam Kabupaten Kota Nabire dan sekitarnya akan diatur dan diawasi secara penuh oleh panwas Distrik masing-masing,” tandasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Panwas Kabupaten Nabire, Yulianus Nokuwo mengatakan, sebagai panwas, kami bersama jajarannya tentunya akan mendorong, mengawasi dan membantu melaksanakan keseluruhan proses dan tahapan Pilgub nanti. Namun dalam realisasinya nanti, kata Nokuwo, kamu PPD dan PPL yang bertugas mengawasi di Distrik/ Kampung masih diharapkan untuk bertindak adil, jujur dan bijaksana dan karena itu berbagai persoalan yang akan terjadi dalam mendorong semua tahapan Pilgub di sana mesti mampu diselesaikan dan dituntaskan berdasarkan kondisi daerah dan masyarakat tanpa menciderai esensi demokrasi dan aturan main yang berlaku di Indonesia.


“Semua team pengawas Distrik mesti perlu mengawasinya secara adil, bijaksana dan tidak boleh tergiur dengan pengaruh dari anggota partai tertentu dan kondisi di lapangan yang begitu berat. Kamu harus bisa tampil netral, mampu menyelesaikan persoalan terkait tahapan Pilgub yang mungkin akan terjadi di masyarakat dari setiap Distrik dan Kampung, mampu mengawasi laporan pemungutan suaranya (C1) dan kemudian akan dapat diserahkan kepada kami Panwas Kabupaten, pihak Keamanan dan KPU Kabupaten Nabire secara penuh bertanggung jawab dan bijaksana” kata Nokuwo.


Untuk melaksanakan keseluruhan tahap Pilgub secara adil, jujur dan tanpa berbuat dosa, Sekretaris Panwas Kabupaten Nabire Oktopianus Tebai S.Pd menambahkan, setiap pihak mesti siap merelakan diri dan punya rasa kepemilikan atas panggilan luhur ini. Itu berarti, kata Tebai, semua orang termasuk kami Panwas Kabupaten sampai Panwas di tingkat Distrik, PPL dan jajarannya mesti memahami adanya draf pelaksanaan Pilgub dari Provinsi Papua, aturan pelaksanaannya tanpa merasa terbeban berat.


“Saya bersama teman-teman tetap akan berkomitmen untuk melaksanakan tugas mengawasi sebagai Panwas Kabupaten untuk Pilgub berdasarkan draf yang memang sudah dibuat dari Bawaslu Provinsi. Juga berdasarkan UU 1945 dan aturan pelaksanaan Pilgub lainnya, tanpa ikut campur kewenangan pihak lain. Maka semua tahapan Pilgub itu dapat dilaksanakan dengan berdoa dan bekerja serius dan bertanggung jawab berdasarkan asas-asas demokrasi Pilgub demi menciptakan Pilgub Damai di Papua,” tambahnya.


Tebai menegaskan, Panwas dan jajarannya sudah selalu siap untuk menfasilitasi, mendorong dan mengawasi atas seluruh proses pelaksanaan Pilgub berdasarkan kekuatan demokrasi pilgub yang ada, berdoa dan bekerja secara adil, damai dan bermartabat. Maka dirinya mengajak agar semua orang dapat berdoa secara tekun berdasarkan iman yang murni, harapan yang teguh dan cinta yang tulus ikhlas kepada Ugatamee (Allah). Inilah kita nyatakan dalam setiap hari dan dalam semua pelaksanaan fungsi mengawasi agenda Pilgub, dengan memikirkan tahapan pilgub secara positif tinggi (positif thinking) dan sekaligus dengan melaksanakan kedaulatan agenda Pilgub berdasarkan aturan dan draf yang ada, sambil mencegah akan kemungkinan adanya masalah dalam agenda pilgub di Papua.


Pentingnya Bedoa dan Bekerja


Berdoa dan bekerja merupakan hal yang paling penting. Sebab berdoa dan berkerja adalah kekuatan dan hukum Allah yang daripadanya dapat memurnikan iman kita oleh Roh. Dengan tekun melaksanakan doa dan bekerja, kita akan dibantu dan dipermudahi oleh Allah untuk melaksanakan semua kegiatan secara damai, penuh kasih, adil, bermartabat dan berperdaban Papua demi menciptakan Pilgub damai di Papua. Juga dengan tekun berdoa dan berbekerja, kita tetap akan menampilkan diri sebagai duta damai bagi Papua dalam konteks Pilgub. Bahkan berdoa tidak dapat dipisahkan dari kegiatan berkerja yang tentunya akan dapat membantu setiap kita untuk menyatakan persatuan pikiran, hati dan jiwa serta pribadi dan sosial dalam memaknai dan melaksanakan keseluruhan agenda Pilgub.


Arti pentingnya berdoa dan bekerja ini dapat diperjelas dalam Kita Suci yang kita gunakan dalam membangun iman dan moral menuju Papua damai. Menurut Kitab Suci baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta (Creatio Dei). Misalnya, dalam Kitab Kejadian Bab 1, Allah memperkenalkan diri sebagai Maha Pengada. Ia tekun bekerja dan menciptakan manusia, alam dan segala isinya secara baik selama 6 hari. Demikian juga dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, dalam 2 Tesalonika bab 3 merumuskan, “berdoa dan bekerja” pijakan utama kehidupan bagi umat Tuhan di Tesalonika. Dikisahkan, ia menjadi orang beriman karena berdoa dan bekerja. Ia juga akan memiliki pengharapan yang teguh dan cinta yang ikhlas jika ia berdoa dan bekerja tekun dan setia. Maka sekarang kepada kita diingatkan oleh Rasul Paulus dalam Roh-Nya, “orang yang tidak mau bekerja, janganlah ia makan,” (lih.2 Tesalonika 3:10). Maka itu, setiap orang yang tidak bekerja, maka ia akan mengalami banyak kesulitan dalam berbagai aspek sepertinya, mungkin orang bisa saja korupsi uang, korupsi waktu dengan tidak tekun bekerja, korupsi kasih Allah dan korupsi suara rakyat dalam konteks agenda Pilgub ini.


Secara substansial, Allah memperlihatkan dirinya sebagai Bapa Yang Maha Baik, Maha Adil, Damai dan Maha Cinta kepada kita. Pekerjaan Allah itu dapat dinyatakan secara konkret dalam diri Putra-Nya yang tunggal. Allah dalam diri Putra telah menjadi sungguh manusia dan sekaligus sungguh Allah (bdk Markus 1:1-8). Ia telah lahir sebagai manusia di kandang ternak babi, berbicara dalam bahasa manusia yang mudah dimengerti oleh manusia dan mengalami seluruh seluk-belum kehidupan manusia tanpa menghilangkan kepribadiaannya sebagai sungguh anak Allah. Ia selalu berdoa dan bekerja demi keselamatan sesama dan kemuliaan Allah di Surga. Bahkan di ujung Kayu “SALIB” pun, Kristus telah berdoa dengan mengatakan, “Ya Bapa ke dalam tangan-Mu, Ku serahkan Roh-Mu”. Ini semua untuk perdamaian, keselamatan Papua dan kemuliaan Bapa-Nya (bdk.Lukas 4:18-19).


Demi perdamian Papua


Atas dasar sumber inspirasi dan aspirasi di atas, semua pihak dipanggil untuk melihatkan diri dalam karya penciptaan dan keselamatan Allah. Agenda Pilgub merupakan sebuah tempat dan ruang di mana setiap kita dapat dipanggil secara inisiatif oleh Allah untuk memperlihatkan semangat HIDUP Allah bagi rakyat dan tanah Papua. Maka setiap orang telah dipanggil bukan oleh Panwas, Gubernur dan Presiden, tetapi hanya oleh Allah untuk mewartakan Kerajaan Allah dalam konteks Pilgub bagi umat Tuhan di Nabire dan Papua. Maka itu, semua tahapan yang termuat dalam agenda Plgub mesti perlu dihayati dalam semangat ketekunan doa dan dimaknai dalam pekerjaan yang bersumberkan, mengakar dari karya penciptaan dan keselamatan Allah dan memperbaharui dan diperbaharuinya dalam semangat Kristus sebagai Putra-Nya bagi keselamatan semua orang dan kemuliaan Tuhan. Dengan demikian, kita semua secara inisiatif sudah dipanggil oleh Allah untuk berkerja sambil berdoa dan mengaktualisasikan agenda Pilgub demi kemuliaan Allah dan keselamatan sesama Papua, bukan bekerja untuk Panwas dan Gubernur terbaru nanti.


Perlu dipertegaskan lagi bahwa, setiap orang dipanggil untuk tidak perlu bosan-bosan untuk selalu tekun bekerja sambil berdoa dan sebaliknya berdoa sambil bekerja demi menciptakan Pilgub Damai Papua. Ini kita lakukan setiap kali awal kegiatan agenda Pilgub dan akhir kegiatannya dalam setiap hari seperti yang telah dilakukan selama ini. Melalui doa setiap kita dengan segenap hati dan jiwa, kita tentunya akan dinasehati dan disadarkan terus untuk tidak boleh lagi berbuat sesuatu yang mendatang dosa pribadi, dosa sosial dan structural, juga tidak boleh mencari alasan dan tidak boleh ada yang tinggal dia. Semangat ketukunan doa tadi sudah tentunya akan membawa setiap kita untuk siap melaksanakan semua agenda Pilgub dalam terang iman yang murni, harapan yang teguh dan cinta tanpa pamrih (cinta aghape/ cinta Allah). Maka pembangunan Pilgub Papua damai tentunya akan terlaksana secara komprehensif dan permanen jika semua pihak dapat melaksanakan agenda Pilgub dengan menuruti nasehat hukum Tuhan dan pemerintah sambil memperbaharui kondisi masyarakat dan lingkungan setempat dalam semangat dan inspirasi nilai-nilai abadi, Kristus dan kemanusiaan. 


Penulis adalah Alumnus pada STFT “Fajar Timur” Abepura Papua 

Dibaca 109 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.