37 WNA Pekerja Tambang di Nabire Diamankan Imigrasi Mimika | Pasific Pos.com

| 20 June, 2018 |

37 WNA Pekerja Tambang di Nabire Diamankan Imigrasi Mimika

Headline Penulis  Selasa, 12 Jun 2018 11:08 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Timika, Jajaran kantor Imigrasi kelas II Mimika wajib diberi apresiasi. Sikap tegas aparat imigrasi ini berhasil membongkar jaringan perusahaan perusahaan pertambangan yang mempekerjakan warga negara asing (WNA) tanpa ijin kerja yang resmi.

Kepala Kantor Imigrasi Mimika Jesaja Samuel Enock di Timika, Senin (11/6) mengatakan dugaan adanya seratusan WN Cina yang bekerja ilegal di perusahaan tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire itu diketahui berdasarkan laporan masyarakat, terutama dewan adat setempat.


"Bukan puluhan orang saja, bisa sampai ratusan orang. 37 orang WNA yang diamankan kemarin baru dari satu dua perusahaan. Dan Ini sudah berlangsung lama tanpa ada pengawasan," kata Samuel.


Lebih lanjut Samuel menjelaskan, bahwa Jumat (8/6) lima personel tim pengawasan orang asing Kantor Imigrasi mendatangi empat lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire. Mereka menemukan sejumlah WN Cina bekerja di lokasi itu.


Empat lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire tersebut terletak di Kilometer 70, Kilometer 52, Kilometer 38 dan Kilometer 30 ruas Jalan Trans Nabire-Enarotali Paniai. Lokasi itu berada dalam kawasan hutan rimba Papua di wilayah Kabupaten Nabire, perbatasan antara Lagari dengan lokasi air terjun tepatnya di Nifasi.


Dijelaskannya pula dari 32 orang yang diamankan sebanyak 13 orang telah dibawa ke Timika dari Nabire dengan penerbangan Garuda Indonesia pada hari Minggu (10/6) siang. Rencananya, delapan orang rekan mereka akan menyusul diterbangkan ke Timika pada Selasa , Rabu dan Kamis.


Samuel mengatakan banyak diantara WN Cina yang bekerja pada empat lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire itu kabur ke hutan-hutan saat tim penertiban orang asing Kantor Imigrasi Tembagapura mendatangi lokasi kerja mereka.


"Lantaran banyak yang lari ke hutan, kami minta sponsornya untuk segera mendatangkan mereka," jelas Samuel.
Saat pemeriksaan awal di lokasi tambang emas rakyat di Nabire, para pekerja asal Cina tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian kepada petugas. Mereka diduga kuat melanggar Pasal 71 jo Pasal 116 jo Pasal 112 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.


Samuel juga menjelaskan bahwa saat penertiban para WNA tersebut sempat melakukan perlawanan dan hanya mau dibawa ke Polsek Nifasi. Dari sikap mereka ini diduga mereka para pekerja WNA dibackingi aparat keamanan. "Mereka memaksa kami untuk membawa ke kantor Polsek terdekat, namun kami tetap berpendirian tegas bahwa mereka melanggar pidana keimigrasian, bukan pidana umum," jelas Samuel.


Sementara itu dari data di lapangan (Nabire) diketahui ada 9 WNA yang diamankan bekerja pada PT PMJ. Ke 9 WNA tersebut antara lain , Wu xiao Ming, Ouyang Weisan, Gang Xiau Jun, Yang Enlong, Yuang Qiang, Yang Jian Xing, Wu Xian Xing, Wang Yuan Qi,Yuan Su Ji. Kesembilan pekerja tambang ini diperiksa di kantor Imigrasi Mimika.
Dari data lapangan diketahui pula bahwa terdapat 8 PT yang mempekerjakan WNA. Para WNA ini menggunakan paspor turis / wisatawan.

Dibaca 161 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik