Gubernur Soedarmo Resmikan Aula Gereja GKI Petra Jayapura | Pasific Pos.com

| 14 August, 2018 |

Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo saat meresmikan Gedung Aula Gereja GKI Petra Bucend Jayapura, Minggu (10/6/2018). Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo saat meresmikan Gedung Aula Gereja GKI Petra Bucend Jayapura, Minggu (10/6/2018).

Gubernur Soedarmo Resmikan Aula Gereja GKI Petra Jayapura

Info Papua Penulis  Minggu, 10 Jun 2018 22:18 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Walikota dan Pangdam Letakan Batu Pertam pembangunan Gereja”

 

JAYAPURA,- Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo meresmikan Gedung Aula Gereja GKI Petra Bucend Jayapura, Minggu (10/6/2018).

Persemian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penarikan selubung papan nama gedung.


Sebum peresmian digelar dulu ibadah dan proses peletakan batu pembangunan gedung gereje Petra Bucend Entrop Jayapura oleh Walikota Jayapura Wali Kota Jayapura Benhur Tomy Mano dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dan orang tua jemaat setempat.


Gubernur Soedarmo dalam sambutannya meminta jemaat Petra untuk tidak hanya melihat pembangunan fisik saja, tetapi bagaimana bisa menghayati dan melaksanakan ajaran Alkitab dalam rangka meningkatkan ketakwaan dan keimanan sesuai dengan ajaran Yesus Kristus.


Menurut Gubernur, saat ini semua agama di Papua berkompetisi untuk membangun tempat-tempat ibadah semegah mungkin, tetapi tidak diikuti dengan bagaimana menghayati, melakuan atau mengerjakan sesuai ajaran masing-masing serta mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Oleh karena itu, Gubernur mengharapkan jangan melihat gedung yang megah saja, tetapi bagaimana umat meningkatkan kemegahan di dalam hati, mental, dan meningkatkan ajaran-ajaran serta ketakwaannya.


Dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, Soedarmo meyakini seluruh jemaat akan mampu meningkatkan toleransi dan harmonisasi antar agama. "Jadi maknanya yang penting harus dilakukan," sambungnya.


Menurut ia, sesungguhya keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan kewajiban umat beragama. Sebab, semua ajaran agama adalah baik. Artinya, tidak ada agama yang mengajarkan untuk melakukan tindakan anarkis, saling bermusuhan, tidak menghormati, saling menghina dan semua tindakan yang anarkis.


Gubernur Soedarmo berharap kepada seluruh pimpinan majelis baik agama Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Budha, dan Islam bisa menjaga kerukunan antar umat yang ada di Papua.


Sementara Wali Kota Jayapura, Benhur Tomy Mano meminta Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit memberikan izin kepada pihak gereja memakai sebagian tanah milik TNI untuk membangun aula, jalan, gedung PAUD dan rumah pendeta.


Dikatakan, di Jayapura ada beberapa gedung gereja yang berdiri dalam kompleks TNI, salah satunya GKI Pniel Kotaraja dan GKI Petra Bucend II Entrop, sehingga tidak bisa dikembangkan seperti aula dan gedung PAUD.


Menurut Walikota, masalah yang dialami jemaat GKI Petra Bucend II Entrop adalah jalan masuk yang terlalu kecil karena disamping kiri dan kanan ada bangunan milik TNI, begitu juga GKI Pniel Kotaraja yang dibelakangnya untuk dibangun rumah pendeta (pastori).


"Seharusnya izin ini sampai kepada panglima, karena tanah yang ada milik TNI, mohon kiranya Pangdam bisa mengizinkan kami warga jemaat yang membangun gereja di kompleks-kompleks TNI," ujarnya.


Ditempat yang sama, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit mengatakan soal permintaan Wali Kota Jayapura akan segera ditindaklanjuti, karena untuk membangun rumah Tuhan pahalanya sangat luar biasa.


"Jadi tidak usah ragu-ragu. Bila perlu kosongkan rumah dan kunci serahkan ke gereja," kata George.


Ia menilai, perjuangan membangun suatu gedung tidak gampang karena membutuhkan kesabaran, kerja keras, pengorbanan, persatuan dan kesatuan jemaat. Untuk itu, semangat persatuan dan kesatuan, gotong royong harus diutamakan sehingga gedung gereja yang direncanakan akan terbangun juga.


Sementara itu, Ketua Pembangunan Aula GKI Petra Bucend II Entrop, Djuli Mambaya menjelaskan pembangunan aula menghabiskan anggaran sebesar Rp1.595.850.000. Biaya tersebut berasal dari sumbangan dana maupun material yang sudah dikonversikan kedalam rupiah.


Sementara untuk pembanguan gedung Gereja GKI Petra yang baru, rencana anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp.7.745.000.000, "dengan dana awal yang ada saat ini pada panitia pembangunan sebesar Rp100 juta, yang asalnya dari kas jemaat.

Dibaca 302 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.