MENUJU KOTA JAYAPURA BEBAS MALARIA | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

MENUJU KOTA JAYAPURA BEBAS MALARIA

Opini Rabu, 06 Jun 2018 13:27 0
Rate this item
(0 votes)

Di daerah bagian Indonesia Timur khususnya di Papua sendiri dikenal sebagai daerah yang endemik malaria, karena penyakit ini telah ada sejak lama dan hampir sebagian masyarakat di kota jayapura, papua pernah menderita penyakit malaria. Penyakit Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan bagi masyarakat yang mempengaruhi angka kematian bayi, anak balita, ibu hamil, dan produktivitas kerja. Penyakit Malaria ini disebabkan oleh Protozoa darah yang termasuk dalam genus Plasmodium. Plasmodium merupakan protozoa obligat intraseluler yang masuk ke dalam tubuh manusia dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Nyamuk Anopheles betina yaitu vektor yang sifatnya hanya pengatara untuk plasmodium berkembang menjadi dewasa dan siap masuk ketubuh manusia. Melalui proboscis nyamuk Anopheles betina, plasmodium akan masuk ke dalam tubuh manusia bersamaan dengan kebutuhan nyamuk untuk mendapatkan makan yaitu mengisap darah dengan cara menusukkan proboscis pada kulit, plasmodium akan masuk melalui jaringan darah dan menginfeksi manusia.


Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura kasus penyakit malaria pada tahun 2012 terdapat 24.913 (43%) jiwa positif malaria , tahun 2013 terdapat 28.133 (39%) jiwa positif malaria , tahun 2014 terdapat 22.558 jiwa postif malaria, tahun 2015 terdapat 25.911 (35%) jiwa positif malaria, dan terakhir tahun 2016 terdapat 25.078 jiwa positif malaria. Untuk Pelayanan kesehatan di jayapura khususnya pemeriksaan darah malaria di puskesmas maupun untuk di rumah sakit bagi masyarakat masih terus meningkat penyakit malaria. Menurut API atau Annual Paracite Incidence malaria di kota jayapura masih menjadi masalah kesehatan yang serius dimana 5 tahun terakhir terjadi peningkatan yang signifikan dari API > dari 100 per 1000 penduduk menjadi 232 per 1000 penduduk di tahun 2013 kemudian pada tahun 2016 menjadi 203 per 1000 penduduk.


Ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan dari dinas kesehatan untuk mengendalikan malaria di kabupaten jayapura pada tahun 2016 tentang pengendalian malaria yaitu pertama , pencegahan malaria menyangkut vektor, control, meliputi pemberian kelambu berinsektisida kepada ibu hamil, bayi setelah pemberian imunisasi lengkap, dan kepada masyarakat, kedua Diagnostic malaria di jayapura di konfirmasi dengan laboratorium baik itu secara mikroskopis untuk di pusat kesehatan masyarakat maupun di rumah sakit, maupun menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT), ketiga Pengobatan (Treatment), Monitoring dan Evaluasi terdiri dari survey penggunaan kelambu dan survey vector.

Peningkatan penularan malaria dapat melalui iklim baik musim hujan maupun musim kemarau dan pengaruhnya bersifat lokal spesifik. Pergantian iklim terdiri dari temperatur, kelembaban, curah hujan, cahaya dan pola tiupan angin mempunyai dampak langsung pada reproduksi, perkembangannya, longevity dan perkembangan parasit dalam tubuh vektor pada nyamuk Anopheles sp serta pengetahuan masyarakat tentang penyakit malaria masih sangat kurang atau minim. Upaya pemberantas vektor nyamuk yang masih jarang dilakukan dengan menggunakan larvasida alami. Larvasida alami merupakan larvasida yang dibuat dari tanaman yang mempunyai kandungan beracun terhadap serangga pada stadium larva. Penggunaan larvasida alami ini diharapkan tidak mempunyai efek samping terhadap lingkungan, manusia, dan tidak menimbulkan resistensi bagi serangga dan secara pengesapan (fogging) yang telah dilakukan oleh pemerintah, namun butuh dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan di tempat tinggal mereka masing-masing.


Upaya menuju kota jayapura bebas malaria bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dengan terus melakukan peningkatan pengetahuan dengan dilakukan penyuluhan tentang malaria agar masyarakat bisa tau cara penanggulangan malaria, perubahan sikap dan perilaku masyarakat tentang malaria seperti melakukan pengendalian lingkungan (Kebersihan lingkungan harus terus di bersihkan di tempat tinggal masyarakat), petunjuk pelaksanaan pengendalian penyakit malaria perlu disusun secara sistematis.


Awasien Matruty
Warga Kota Jayapura
Mahasiswa Fakultas Bioteknologi UKDW
Yogyakarta

Read 462 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.