Dewan Ingin Promosikan Kopi Ambaidiru | Pasific Pos.com

| 20 June, 2018 |

Anggota DPR Papua, Yonas Nussy bersama Nason Utty didampingi Sekretaris DPR Papua, Juliana J Waromi, SE, MSi saat bertatap muka dengan para petani kopi dan masyarakat Kampung Ambaidiru Kabupaten Kepulauan Yapen Anggota DPR Papua, Yonas Nussy bersama Nason Utty didampingi Sekretaris DPR Papua, Juliana J Waromi, SE, MSi saat bertatap muka dengan para petani kopi dan masyarakat Kampung Ambaidiru Kabupaten Kepulauan Yapen

Dewan Ingin Promosikan Kopi Ambaidiru

Lintas Daerah Penulis  Selasa, 05 Jun 2018 22:22 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Juliana Waromi : Sebelumnya Memang Ada Aspirasi Dari Masyarakat Disana

 

Jayapura, - Untuk membantu mengembangkam usaha petani kopi yang ada di Kampung Ambaidiru, Kabupaten Kepulauan Yapen, DPR Papua berencana akan membantu mempromosikan produk unggulan petani kopi di Kabupaten Kepuluan Yapen, yakni Kopi Ambaidiru.

Untuk itu, dua anggota DPR Papua, Yonas Nussy bersama Nason Utty didampingi Sekretaris DPR Papua, Juliana J Waromi, SE, MSi sempat mengunjungi perkebunan kopi di Ambaidiru, Kepulauan Yapen, Senin (4/6'18).


Kepada Wartawan, Sekretaris DPR Papua, Juliana J Waromi, SE, MSi mengungkapkan, pihaknya telah melihat langsung perkebunan kopi yang ada di Kampung Ambaidiru, Kabupaten Kepulauan Yapen tersebut.


"Sebelumnya memang sudah ada aspirasi dari masyarakat di sana, sehingga kami turun ke perkebunan kopi di Kampung Ambaidiru itu,“ kata Juliana Waromi, Selasa (5/6/18).


Bahkan, Juliana Waromi yang juga penulis buku ‘Pentingnya Investasi di Papua‘ ini, berupaya ingin mencarikan pasar dari Kopi Ambaidiru tersebut.


“Kenapa saya pingin sekali lihat ini, karena tujuan saya kedepan, jika memang hasilnya ada, kenapa tidak saya cari pasaran. Artinya pengalaman saya tiga tahun di BKPM, saya promosi soal kopi sampai ke luar negeri. Makanya saya bilang kalau begitu mari kita lihat supaya saya promosikan kopi yang ada di Ambaidiru. Saya bisa dengan mitra dan saya bisa sampaikan ke teman-teman saya dari BKPM,“ kata Juliana Waromi.


Lanjut dikatakan, jika sudah dikemas dengan baik, tentu saja pihaknya siap membantu untuk mempromosikan Kopi Ambaidiru tersebut, melalui BKPM atau langsung kepada buyer atau pembeli baik di dalam negeri maupun luar negeri.


Apalagi beber, Juliana Waromi, Kopi Ambaidiru itu memiliki nilai sejarah tersendiri, karena ditanam sejak jaman Belanda dan memiliki keunggulan lantaran tidak menggunakan pupuk kimia tentu saja citarasanya lebih nikmat.


Dalam kunjungan kerjanya di Kampung Ambaidiru, ternyata disambut hangat oleh masyarakat dan petani kopi di Ambaidiru tersebut.


Namun ia mengaku tidak ingin hanya mendengar dari orang lain soal Kopi Ambaidiru tersebut, tetapi dengan melihat langsung maka itu menjadi dasar untuk promosi kepada investor.


Sebab, lanjut Juliana Waromi, jika saat kunjungan kerja ke Canada, juga pernah membicarakan masalah kopi Papua yang justru mereka lebih mengenal, bahkan mereka siap menampung kopi dari Papua tersebut.


"Kami kunjungan di Canada mereka tawari, lalu saya bilang kopi kami di Papua sangat bagus. Ini bisa ditawarkan kepada investor di sana,“ ujarnya.


Juliana Waromi yang pernah bekerja selama tiga tahun di BKPM ini, mengatakan jika mereka bersedia, maka itu menjadi peluang untuk memasarkan Kopi Ambaidiru tersebut.


“Jika memang mereka bersedia terima kopi kita, kenapa tidak? Berarti tinggal kita dorong masyarakat kita ini agar menanam biji kopi banyak-banyak atau memperluas areal tanam yang saat ini mencapai 60 ribu hektar. Karena yang sudah ada juga belum bisa di pasarkan dengan baik. Kan sayang mereka, jadinya malas untuk mau menanam kembali,“ tuturnya.


Menurut Juliana Waromi, setidaknya, dengan adanya pasar atau investor yang menerima hasil kopi mereka, tentu akan berdampak naiknya harga kopi dari petani tersebut.

"Jika harga naik, maka pasti mereka mau tanam dan peremajaan kembali perkebunan kopi itu. Karena, nilainya diangkat sedikit, tentu masyarakat senang dan uangnya bisa dinikmati untuk kebutuhan keluarganya,“ kata Juliana Waromi.


Hanya saja, memang membutuhkan pihak ketiga untuk mengelola perkebunan kopi tersebut, sehingga nantinya masyarakat dapat menikmati hasilnya.


“Saya ingin ada pihak ketiga atau investor yang masuk. Untuk itu, saya siap membantu untuk mempromosikan terlebih dahulu, kalau pihak ketiga bersedia, nanti masyarakat bisa menambah areal tanam kopi, sehingga kemudian hasilnya bisa diambil oleh pihak ketiga, dan kemudian mereka nanti supplay keluar. Nah, seperti itu tujuan saya kemarin,“ paparnya.

Selain itu, ia juga bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang ada disana, khususnya di kampung Ambaidiru.

Apalagi Juliana Waromi berpikir bagaimana nasib masyarakat Papua jika Otonomi Khusus (Otsus) yang akan berakhir.


“Masyarakat saya kalau tidak dari awal kita tidak angkat mereka punya peluang yang ada ini dengan mereka punya hasil-hasil kebun yang ada ini, kapan lagi? Kalau besok Otsus dua sudah tidak ada, dia sudah nikmati dia punya hidup sendiri dengan hasil kebun kopi yang ada. Jadi kita ajarkan mereka untuk mandiri, tapi kalau tidak dari sekarang, besok Otsus sudah tidak ada, semua pasti merayap,“ ucapnya.


Juliana Waromi menambahkan, apalagi masyarakat juga tidak bisa berharap banyak dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau uang dari pemerintah, sehingga hal itu harus dipikirkan agar masyarakat bisa mandiri, " terangnya. (TIARA)

Dibaca 57 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik