KPU Mamteng Kembali Gelar Talk Show | Pasific Pos.com

| 20 June, 2018 |

Talk Show pasangan tunggal Calon Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Tengah R Ham Pagawak – Yonas Kinelak. Talk Show pasangan tunggal Calon Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Tengah R Ham Pagawak – Yonas Kinelak.

KPU Mamteng Kembali Gelar Talk Show

Sosial & Politik Penulis  Sabtu, 26 Mei 2018 01:21 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik”

 

JAYAPURA,- Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kabupaten Mamberamo Tengah menggelar talk show dengan tema “Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik” di Hotel Sahid Entrop Jayapura, Kamis malam.

Talk Show putaran kedua ini dihadiri sekitar lima ratusan masyarakat asal Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) yang berada di Jayapura. mereka datang untuk melihat secara langsung Talk Show pasangan tunggal Calon Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Tengah R Ham Pagawak – Yonas Kinelak.


Dengan menghadirkan tiga panelis yakni Dr Yuliance Alexanderina Burdam M.AB berprofesi sebagai Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih. Yang juga pakar dalam bidang Ilmu Manajemen Pelayanan Publik. Henderina Morin, SE MPA (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uncen) pakar dalam bidang Ilmu Manajemen dan Kebijakan Publik.


Edward Kovi S.Sos M.SI (Dosen FISIP Uncen) yang juga pakar dalam bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan serta Direktur pada Central For Election and Political Party Uncen (CCP). Dipandu moderator Jackson Yumame SIP, MPA (p).


Dihadapan massa pendukungnya, Wakil bupati Yonas Kenelak, menegaskan sebagai pemerintah daerah adalah mutlak harus serius melakukan pembangunan. Dikarenakan pasangan tunggal ini dipilih masyarakat dan wajib berbuat juga untuk masyarakat.


 

Dalam programnya, pasangan yang diusung tujuh partai pendukung ini mengklaim bahwa dimasa 5 tahun sebelumnya mereka telah menyiapkan subsidi ekskalator taksi udara (pesawat) dengan bekerja sama perusahaan penerbangan.


Hal ini dikarenakan untuk bahan sembako dan bahan bangunan diantaranya semen, seng atau tehel dan lainnya untuk bisa mengangkut dari Jayapura langsung ke Kobakma, Mamteng. Harus menggunakan pesawat.


“Kemudian yang berikut transportasi taksi udara kami melihat adalah jalan darat yang harus diupayakan dari Mamteng – Jayawijaya dan kabupaten terdekat lainnya. Supaya masyarakat Mamteng bisa menjangkau perekonomian di kabupaten ini,”tuturnya.


Sementara itu Calon Bupati R Ham Pagawak menambahkan bahwa untuk membuka isolasi. Pada masa 5 tahun sebelumnya sudah membuka jalan darat dari Kobakma – Wamena agar bisa dikendarai mobil. Bahkan pemerintah memberikan mobil kepada masyarakat.


“Puji Tuhan Mamteng sudah terbuka jalan, sehingga arus penerbangan sudah berkurang volumenya. Karena jalan darat dari Kobakma – Wamena sudah terbuka. Ini untuk menekan angka kemahalan di kabupaten ini dan masyarakat tidak sulit lagi,”kata Ham Pagawak.


Sementara itu terkait soal seleksi pejabat, menurutnya di era reformasi ini sudah dilakukan dengan meminta arahan juga dari Pemprov Papua dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini sudah dilakukan pasangan ini selama dua tahun berturut – turut saat memimpin 5 tahun sebelumnya.


Diakuinya salah satu hal yang membuat proses pembangunan terhambat dikarenakan menempatkan pejabat yang tidak pada tempatnya. “Saya juga sadar pernah menempatkan pegawai dimana ada dari bidang pendidikan bisa masuk menjadi seorang camat. Tetapi kami latih mereka sekalipun dia seorang guru bisa mempunyai hati membangun untuk rakyat,”aku politisi Partai Demoktrat ini.

 


Sebab menurutnya tidak dapat dipungkiri dalam penempatan pegawai di SKPD, harus menempatkan pegawai dengan perwakilan dari 5 suku. Dimana hal itu harus dilakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. Saat ini di Kabupaten Mamteng ada 32 OPD (Organisasi Perangkat Daerah).


Sementara itu menjawab pertanyaan panelis terkait, masa kepemimpinannya selama lima tahun. Apakah sudah memberdayakan perempuan. Secara diplomatis, Ham mengklaim di era kepemimpinan sebelumnya sudah ada satu dinas yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan.


“Saat ini jumlah pegawai di Mamteng sebanyak 1118 orang. Dimana untuk perempuan ada 514 orang yang bekerja di Mamteng. Selanjutnya Eselon II ada satu orang. Eselon III 35 perempuan IV ada sekitar 83 perempuan. Kami menyadari keterwakilan perempuan hanya sekitar 20 persen dari jumlah PNS di kabupaten kami,”akunya.


Diakuinya lagi sebelumnya perempuan Mamteng tidak pernah ada penempatan untuk mereka di birokrasi. Nantinya pihaknya akan memfokuskan pengkaderan bagi perempuan – perempuan asli Mamteng yang perlu diangkat dan diprioritaskan.


Kemudian kaum perempuan ini juga akan disekolahkan, sehingga mereka bukan saja bisa berbicara di tingkat kabupaten saja. Akan tetapi juga untuk Papua. “Sebab di Pegunungan untuk perempuan selalu ditaruh dalam posisi rendah. Tugas perempuan hanya berkebun, kasih makan anak dan mengurus suami,”ucapnya.

Dibaca 281 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik