Komisi II Apresiasi Usaha Gubernur Turunkan Angka Kemiskinan | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Ketua Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian, Herlin Beatrix Monim Ketua Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian, Herlin Beatrix Monim

Komisi II Apresiasi Usaha Gubernur Turunkan Angka Kemiskinan

Ekonomi & Bisnis Penulis  Kamis, 24 Mei 2018 20:07 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Harus diakui bahwa tahun 2015 - 2016 upaya mengurangi angka kemiskinan tidak bergeser dari angka 28,40, tapi tahun 2017 angka kemiskinan di Papua menjadi 27,76 persen atau terjadi penurunan 0,64 persen. Artinya, saat ini penduduk miskin di Papua sebanyak 1.135.269 jiwa,“ ujarnya.

Oleh karena itu, Komisi II DPR Papua sangat memberikan apresiasi atas usaha gubernur untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut.


Hal itu diungkapkan, Ketua Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian, Herlin Beatrix Monim kepada Wartawan di ruang Sidang DPR Papua, Kamis (24/5/18).


Selain itu, Komisi II DPR Papua pun, mengakui ada kemajuan dalam di bidang ekonomi yang telah dicapai selama lima tahun sejak tahun 2013 - 2018.


Apalagi kata Politisi Partai NasDem ini, jika indikator-indikator makro ekonomi memperlihat perkembangan cukup menggembirakan, diantaranya menurunnya angka prosentase kemiskinan.


"Jika dilihat dari kebijakan anggaran yang lebih diarahkan ke kabupaten/kota, maka perlu dilakukan evaluasi dan pengawasan secara ketat untuk mengurangi angka kemiskinan," jelasnya.


Apalagi lanjutnya, rata-rata pertumbuhan ekonomi riil di Papua tanpa pertambangan dari tahun 2013 - 2018 sebesar 7,25 persen atau mengalami kenaikan.


Hanya saja kata Herlin Monim, PDRB menurut lapangan usaha yang pada tahun 2008 masih didominasi pertambangan sebesar 64,73 persen, pada tahun 2012 sampai 2017, sehingga mengalami penurunan 40 presen.


"Itu berarti ketergantungan terhadap sektor pertambangan mulai berkurang, karena ada gairah baru pada sektor lainnya terutama pertanian, perkebunan, kehutanan, infrastruktur dan jasa pariwisata, "paparnya.


Selain itu, kata Herlin Monim, tercatat 2015 - 2016, komponen pembentukan IPM Papua juga mengalami peningkatan. Tahun 2016, Angka Harapan Hidup 65,12 tahun, meningkat 0,03 tahun dari tahun 2015 sebesar 65,09.


Begitu juga, Harapan Lama Sekolah (HLS) 10,23 tahun, meningkat 0,28 tahun dari tahun 2015 sebesar 9,95 tahun. Sedangkan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 6,15 tahun, meningkat 0,16 tahun dari tahun 2015 sebesar 5,99 tahun. Belum lagi indikator peningkatan lainnya.


“Ya, dalam rangka keberlangsungan pemerintahan itu, kami melihat perkembangan memang ada peningkatan dari waktu ke waktu. Khusus diakhir masa jabatan ini, kita memberi apresiasi, cuman perlu peningkatan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran. Baik itu yang berlangsung di provinsi maupun di kabupaten/kota, pertama dalam penggunaan dana otsus ini sehingga benar benar menyentuh kepada rakyat,“ ungkapnya.


Apalagi selama ini, kata Herlin Monim, 80 persen itu turunnya ke kabupaten/kota dengan tujuan agar masyarakat di kabupaten/kota itu benar benar masyarakat merasakan manfaat dari ini. Jadi dana otsus itu keberpihakannya benar benar sudah sangat luar biasa dari pemerintah provinsi papua kepada masyarakat ini.


"Jadi kalau bicara tentang roh otsus yang pemberlakuan otsus di Papua bagi kami di periode kepemimpinan 2013-2018, itu merupakan hal yang luar biasa dengan pembagian dana otsus yang 80-20,“ pungkasnya. (TIARA)

Dibaca 608 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX