Kiyai Al Payage : Viralnya Bendera Israel Tak Perlu Dibesar-Besarkan | Pasific Pos.com

| 20 June, 2018 |

Ketua MUI Provinsi Papua, Kyai Haji Syaiful Islami Al Payage. Ketua MUI Provinsi Papua, Kyai Haji Syaiful Islami Al Payage.

Kiyai Al Payage : Viralnya Bendera Israel Tak Perlu Dibesar-Besarkan

Headline Penulis  Selasa, 22 Mei 2018 21:51 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA,- Menyikapi berbagai polemik disertai kritik menohok di Ibukota terkait viralnya pemberitaan soal konvoi massa dengan membawa bendera Bintang Daud (David Star) pada acara Kebaktian Budaya Bangsa ke-12 di Gedung Olahraga (GOR) Waringin Kotaraja Jayapura, sepekan lalu, akhirnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, Kyai Haji Syaiful Islami Al Payage, memberikan pandangan yang menyejukkan.

Kiyai Al Payage saat dijumpai di kediamannya mengungkapkan, bahwa MUI Papua menyatakan kepada seluruh bangsa Indonesia khususnya masyarakat Papua agar polemik yang timbul atas viralnya pemberitaan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.


Sebab menurutnya, bendera Israel sama maknanya seperti bendera Palestina yang tersebar dan dibawa kemana-mana. Kata Payage, Ini sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan, karena merupakan hak pribadi yang dimiliki setiap warga negara Indonesia.


“Apalagi bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila diakui oleh sejumlah agama, baik itu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Budha maupun Hindu dan kepercayaan lainnya. Di situ punya privasi sendiri, sebagaimana ditegaskan dalam Islam yaitu “Lakum Dinukum Walyadin” agamamu ya agamamu dan agamaku ya agamaku,” ungkap Al Payage, Selasa (22/5) siang di Angkasa, Kelurahan Tanjung Ria, Kota Jayapura.


Dipaparkan, bahwa inti yang ia sampaikan adalah toleransi, yaitu saling menghormati dan saling menghargai. Sebab, bendera Israel juga merupakan ideologi yang berkaitan dengan umat Kristiani, sehingga menurutnya itu merupakan hal yang wajar saja.


Al Payage berharap, para pejabat baik di Ibukota ataupun di tingkat lokal serta tokoh nasional harus menyikapi persoalan yang besar di luar dari konteks perayaan rohani yang menjadi tradisi tersebut.


Dikatakan, bukan masalah bendera Israel di Papua malah dibesar-besarkan, padahal banyak masalah besar di Papua yang harus diperhatikan, misalnya masalah kemiskinan, pendidikan, pelanggaran HAM dan pembangunan yang belum merata.


“Ini yang harus direspon secara bijak, sehingga saudara-saudara yang ada di Papua dapat menikmati sila kelima Pancasila yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” lugas Kiyai yang bernama lengkap Syaiful Islami Al Payage asal Walesi, asal Kabupaten Jayawijaya yang juga merupakan Orang Asli Papua ini.


Payage menjelaskan, Bangsa Indonesia mengakui kemerdekaan Palestina. Namun harus dipahami juga bahwa masyarakat Indonesia memiliki berbagai kepercayaan yang plural, multikultural, serta pandangan yang berbeda.


Untuk itu dirinya menekankan, bahwa sikap pemerintah tidak serta merta mewakili seluruh rakyat Indonesia, tetapi ada sebagian rakyat yang berbeda pandangan, dan perlu diakomodir dengan bijaksana.


“Mungkin secara politis iya, namun kalau secara keyakinan dan individu, masyarakat memiliki hak. Negara harus bijaksana,” tegasnya.


Dirinya pun mengapresiasi sikap Kapolda Papua karena tidak terpengaruh desakan dari luar Papua atas viralnya pemberitaan yang menurutnya sangat sensitif ini.


“Ini sesuatu yang positif dan saya dari MUI mendukung. Sebab jangan sampai persoalan bendera Israel, Palestina maupun bendera lain memperkeruh bahkan merusak toleransi di Indonesia. Apalagi Indonesia tengah menghadapi teror bom di Surabaya dan persoalan lainnya,” terang Al Payage.


Perlu diketahui sebelumnya, ketika CNN Indonesia mengkonfirmasi Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar terkait pawai keagamaan dengan membawa bendera Bintang Daud, Kapolda membenarkan hal tersebut. Boy Rafli pun menjelaskan penuh kepada para wartawan tentang konteks yang sebenarnya mengenai perayaan oleh Komunitas Sion Kids itu.


“Pengibaran bendera Israel di Jayapura dari Komunitas Sion Kids, ini komunitas masyarakat. Itu sudah seperti tradisi dan merupakan budaya,” jelas Boy beberapa waktu lalu saat menghadiri pertemuan dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kota Jayapura.

Dibaca 230 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik