Organisasi Pemuda dan Gereja Jayapura Bersatu Lawan Radikal Terorisme | Pasific Pos.com

| 17 August, 2018 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, ketika menerima pernyataan sikap dari sejumlah pimpinan OKP dan pimpinan gereja. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, ketika menerima pernyataan sikap dari sejumlah pimpinan OKP dan pimpinan gereja.

Organisasi Pemuda dan Gereja Jayapura Bersatu Lawan Radikal Terorisme

Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Kecaman terhadap aksi bom di Tiga Gereja di Surabaya, Jawa Timur, terus mengemuka. Kali ini datang dari organisasi kepemudaan (OKP) dari berbagai latar agama menggelar aksi damai dan pernyataan sikap terkait tindakan kekerasan atau radikalisasi dan terorisme.

Dalam aksi damai tersebut dengan mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Jayapura dan juga Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, hadir sejumlah OKP. Diantaranya, BPC GMKI Kabupaten Jayapura, DPC GAMKI Kabupaten Jayapura, PMKRI dan Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ), serta Pemuda Masjid Kabupaten Jayapura.


Acara dimulai dengan pernyataan sikap dari masing-masing OKP. Selanjutnya, mereka mendoakan kepada korban yang berguguran pascabom bunuh diri dilanjutkan dengan orasi yang mengecam segala bentuk terorisme.


Usai pembacaan pernyataan sikap dan orasi, beberapa perwakilan OKP menyerahkan pernyataan sikap kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, yang datang menemui massa aksi di Areal Parkiran Lobby Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (16/5/18) siang.


Mereka menyampaikan 12 butir sikap, menolak upaya pelemhaan negara dengan cara-cara biadab seperti aksi kekerasan dan aksi terorisme, serta memberikan peringatan keras kepada seluruh orang maupun kelompok yang mencoba mengubah bentuk, dasar atau sistem NKRI.


Kemudian mengajak seluruh elemen khususnya yang ada di Provinsi papua dan terlebih khusus di Kabupaten Jayapura, untuk tidak terpancing, terprovokasi dan terhasut oleh ungkapan pendukung aksi teror lewat media sosial.


Karena saat ini, ditengah kedukaan yang dialami oleh Indonesia, khususnya Surabaya, masih ada saja orang yang dengan sadar mengunggah ungkapan yang tidak berempati, dan cenderung mengamini aksi teror tersebut lewat media sosial,"kata Sekretaris BPC GMKI Sentani, Edmound Edison Karuway, saat membacakan pernyataan sikap.


Selain itu, dirinya mengajak lembaga gereja dan lembaga keagamaan lainnya, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, dan segenap lapisan masyarakat untuk selalu siaga, tidak takut serta membangun jejaring keamanan dan koordinasi antar lembaga agar dpaat bersama-sama mencegah aksi terorisme lanjutan yang mungkin akan terjadi disekitar kita.


Kami ingatkan kepada semua tokoh masyarakat, tokoh publik, tokoh agama, pejabat, politisi serta guru maupun dosen, untuk yidak lagi mengeluarkan ujaran dan doktrin kebencian terhadap suku, agama, ras dan golongan tertentu. Karena doktrin dan ujaran kebencian menjadi benih lainnya paham-paham radikal yang menyebabkan terjadinya tindakan terorisme, pesannya.


Kami juga mendukung penuh lagkah Presiden dan TNI/Polri serta BIN, agar menindaklanjuti kejadian tak terpuji ini. Sehingga tidak melebar ke semua daerah, lebih khususnya di Tanah Papua dan Kabupaten Jayapura, sambungnya.


Pihaknya juga menyampaikan kepada semua pendakwah, penginjil, ulama, pendeta dan pastor agar bisa meredam isu ini ketika menyampaikan ceramah, khotbah atau renungan Firman Tuhan di rumah-rumah ibadah supaya tidak memperkeruh situasi ini.


Untuk itu, pihaknya juga meminta kepada Pemprov Papua dan Pemkab Jayapura untuk mengundang lebaga perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat dan tokoh agama untuk membahas tentang langkah-langkah perlawana terhadap paham radikalisme dan aksi terorisme khususnya di Tanah Papua dan Bumi Khenambay Umbay.


Kami kembali meminta tokoh-tokoh agama se-Tanah Air agar segera mungkin berdialog mengatasi hal ini, karena tidak ada agama satupun mengajarkan kita berbuat keji dan bengis antar sesama umat manusia, pintanya.


Senada dengan hal itu ditempat yang sama, Ketua BPC GMKI Sentani, Bert Tungkoye mengatakan, aksi damai dan pernyataan sikap dari sejumlah OKP ini dilakukan secara spontanitas, untuk menyampaikan dalam bentuk orasi dan hal-hal yang terjadi di Surabaya oleh PGGJ dengan tiga organisasi kepemudaan seperti PMKRI, GMKI dan GAMKI serta ditambah beberapa pemuda masjid.


Kita ucapkan belasungkawa yang mendalam terhadap seluruh keluarga para korban yang meninggal karena peristiwa bom bunuh diri di Surabaya. Kiranya Tuhan sang kepala gerakan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan, ucapnya.


Untuk masyarakat Kabupaten Jayapura, pria yang akrab disapa Berto ini menyampaikan, agar jangan membesar-besarkan peristiwa bom Surabaya ini melalui media sosial (MedSos) seperti di Facebook maupun Twitter.


Baik itu di kelompok-kelompok kecil, kita harus sampaikan hal-hal yang positif. Sehingga peristiwa bom bunuh diri ini tidak terlalu disebarluaskan di kalangan masyarakat Kabupaten Jayapura, imbuhnya.


Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, mengapresiasi aksi spontanitas yang dilakukan oleh sejumlah OKP yang ada di Kabupaten Jayapura, untuk mengecam tindakan terorisme atau aksi bom bunuh diri di Surabaya. Menurutnya, aksi damai ini adalah hal yang wajar dari masyarakat Kabupaten Jayapura, baik yang dilakukan oleh pemuda maupun gereja.


"Saya pikir ini adalah hal yang wajar dari masyarakat di daerah ini guna mengecam tindakan radikalisme dan terorisme, ujar Bupati Mathius usai menerima pernyataan sikap dari sejumlah OKP terkait tindakan kekerasan, radikalisasi dan terorisme.

Dibaca 115 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.