Penjabat Gubernur Diminta Tinjau Kembali Pengangkatan Anggiat Situmorang | Pasific Pos.com

| 17 August, 2018 |

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Diwitauw. Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Diwitauw.

Penjabat Gubernur Diminta Tinjau Kembali Pengangkatan Anggiat Situmorang

Info Papua Penulis  Selasa, 15 Mei 2018 21:59 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Maria : Kami Komisi V Minta Aloysius Giyai Dikembalikan Dulu

 

Jayapura, - Komisi V DPR Papua bidang kesehatan meminta Penjabat Gubernur Papua, Soedarmono meninjau ulang pengangkatan Inspektur Papua, Anggiat Situmorang sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rumah Sakit Umum (RSUD), dan mengembalikan Plt Direktur RSUD, drg. Aloysius Giyai untuk menuntaskan program-program yang tengah berjalan saat ini di RSUD.

"Kami dari Komisi V DPR Papua berharap, Dr. Alosius Giay jangan dulu diganti, biarkan dia menjabat Plt sampai program yang dia sudah susun itu berjalan dengan tuntas. Biarkan pak Aloysius ini memperbaiki management rumah sakit pemerintah itu. Kami berharap Penjabat Gubernur kembali pak Aloysius untuk menyelesaikan programnya dulu, karena kami masyarakat Papua ingin melihat wajah RSUD ini berubah, seperti yang beliau lakukan di rumah sakit Abepura, " kata Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Diwitauw kepada Pasific Pos saat ditemui di Ruang Baleg DPR Papua, Selasa (15/5/18).


Menurut Maria, program Aloysius sangat bagus dan jelas bahkan nantinya lewat tangan dingin Alo, dia dapat merubah wajah rumah sakit itu Dok II ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Apalagi sebelumnya lanjut Maria, pihaknya telah menyusun agenda akreditasi dengan Aloysius dan itu sudah menjadi target bersama.


"Jadi ijinkan beliau tuntaskan programnya dulu, biarkan programnya berjalan sampai dengan yang sudah kami targetkan bersama pada saat pertemuan dengan kami. Nanti kalau orang lain yang pimpim diragukan tidak sejalan dengan apa yang kami sudah susun dengan pak Alo, " pintanya.


Sebelumnya, Inspektur Papua, Anggiat Situmorang ditunjuk oleh Penjabat Gubernur Papua, Soedarmono sebagai
Pelaksana Tugas (Plt) Rumah Sakit Umum (RSUD) untuk membenahi rumahvsakit milik pemerintah itu pada, Senin (14/5/18).


Namun, penunjukan Anggiat Situmorang sebagai Plt RSUD diragukan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR Papua ini. Pasalnya, Anggiat Situmorang dinilai bagroundnya bukan dari medis atau kesehatan.


"Tapi kalau hari ini beliau sudah diganti dengan orang yang bagroundnya bukan dari kesehatan, kami ragu apakah oran ini bisa dilanjutkan atau tidak, program yang sudah disusun oleh pak Aloysius.
Saya tidak menjamin bahwa mereka bisa lanjutkan karena setiap pemimpin dengan dia punya karakter tersendiri dan dengan cara pemimpinya sendiri. Jadi apakah dia bisa sama persis seperti Aloysius atau tidak. itu saya tidak bisa menjamin, " ketusnya.


"Ya harus seperti itu, tidak boleh langsung stagnand ganti orang, apalagi gantinya ini bagroundnya bukan dari kesehatan. Nanti seperti apa jadinya kalau bidangnya lain. Ingat tidak bisa mengandalkan dokter-doktet baru mau menyusun program," tekan Maria lagi.


Untuk itu, pihaknya berhapar, Plt Gubernur harus melihat itu secara baik, karena kalau masalah pembenahan rumah sakit, Pak Aloysius lebih paham betul apa yang harus dilakukan.


"Karena jujur saja, RSUD ini penataannya lagi dimulai oleh Plt Direktur Aloysius dan ini sudah mulai bagus, kami DPR khususnya Komisi V terus kawal. Tapi kalau hari ini Penjabat Gubernur sudah ganti dengan orang yang bagroundnya bukan dari kesehatan, kami sangat ragu. Apakah itu bisa dilanjutkan atau tidak, program yang sudah disusun oleh pak Plt Aloysius, " ungkapnya dengan nada kecewa.


Namun, kata legislator Papua ini berharap, Aloysius tetap disitu dulu, dia tidak perlu diganti sampai dengan program yang dia susun dan tata rumah sakit itu tuntas secara baik dan sudah berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat hari ini dari sisi mutu pelayanan sampai dengan kintal.


"Karena itu komitmen beliua untuk merubah wajah Rumah Sakit RSUD ini.
Kalau itu sudah baik semua, dan beliau sudah benahi semua, saya pikir barulah beliau boleh kembali melaksanakan tugas dia sebagai Kepala Dinas Kesehatan lagi. Itu baru ganti dengan orang lain. Tapi, orang itu juga harus bagroundnya dari kesehatan juga, bukan orang yang bukan bidangnya lalu ditempatkan disitu, bisa tambah amburadul nanti," ujarnya.


Bahkan menurut Maria, saya tidak melihat ada satu keseriusan yang akan dilakukan oleh pengganti Pak aloysius karena tidak ada satu pun bayangan ketika orang itu bagroundnya bukan dari kesehatan.


"Seperti tadi saya katakan, karena setiap pemimpin dia punya gaya kepemimpinannya sendiri dengan jiwanya sendiri, apalagi kalau orang dari luar dan bidangnya bukan dari kesehatan. Ya kami tidak tau programnya seperti apa yang akan di lakukan nanti. Apakah mungkin dia bisa melanjutkan program dari pak Alo atau tidak. Ya kita lihat aja nanti. Tapi kami berharap kembalikan pak Aloysius Giyai dulu, " tandas Maria Diwitauw. (TIARA)

Dibaca 138 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.