Keluarga Korban Laka Maut Minta Sopir Diproses Hukum dan Bayar Rp. 500 Juta | Pasific Pos.com

| 14 November, 2019 |

Keluarga Korban Laka Maut Minta Sopir Diproses Hukum dan Bayar Rp. 500 Juta

Papua Barat Penulis  Selasa, 15 Mei 2018 09:13 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki, TP – Pihak keluarga dari Yason Bosimey (37 tahun), korban meninggal dunia dalam kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polsek Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, sedang merasakan duka yang mendalam.

Untuk itu, pihak keluarga diwakili Yusuf Bosimey berharap sopir truk yang terlibat dalam laka lantas di pertigaan menuju lokasi Rindam, tetap diproses hukum.

Selain itu, Bosimey juga meminta pihak perusahaan, dalam hal ini PT Pulmon selaku pemilik truk membayar santunan terhadap keluarga korban kecelakaan sebesar Rp. 500 juta atau setengah miliar Rupiah.

“Hal ini merupakan suatu kewajaran, karena dalam tahun 2018 ini, sudah terdapat 4 korban kecelakaan yang meninggal dunia,” kata Bosimey kepada Tabura Pos di rumah duka, Dusun Koki Moho, Kampung Dembek, Distrik Momi Waren, Kabupaten Manokwari Selatan, Senin (14/5) sore.

Menurutnya, uang santunan yang diminta pihak keluarga korban merupakan harga mati, tidak bisa ditawar-tawar. “Kita pihak keluarga korban minta Rp. 500 juta dibayar cash, karena waktu lalu, kitong minta Rp. 10 miliar, terus mereka hanya kasih Rp. 150 juta saja. Terus, kitong tidak mau urusan di kota, karena kitong pu orang tua dorang tara bisa turun semua,” ungkap Bosimey.

Diakuinya, truk yang merenggut anggota keluarganya masih diamankan di rumah Ketua DAS Momi Waren, Demianus Ainusi, sedangkan pihak keluarga masih berdialog dengan Ketua DPRD Kabupaten Manokwari Selatan terkait kepastian tuntutan tersebut. “Tong masih tunggu Pak Ketua DPRD untuk bicara soal uang Rp. 500 juta tersebut,” kata Bosimey.

Dari pantauan Tabura Pos, Minggu (13/5) sekitar pukul 23.00 WIT, Kasat Lantas Polres Manokwari mengunjungi rumah duka dan memberikan santunan untuk keluarga korban sebesar Rp. 10 juta guna menutupi kebutuhan selama prosesi penguburan, termasuk meminta identitas korban untuk pengurusan Jasa Raharja.

Usai melayat ke rumah duka, pihak Satlantas Polres Manokwari, Kapolsek Ransiki, Ipda I Wayan Tambun dan rombongan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, Kapolsek Ransiki yang dikonfirmasi via ponselnya, Senin sore, mengatakan, dirinya belum tahu pasti keberadaan sopir truk yang menewaskan korban.

Sedangkan informasi yang diterima Tabura Pos, dikabarkan sopir truk sudah diamankan ke Manokwari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, laka lantas yang menelan korban jiwa itu, melibatkan truk bernopol PB 9347 M yang dikemudikan MAI (22 tahun) dan pengendara sepeda motor Honda Supra tanpa plat nomor yang dikendaraai korban.

Setelah menabrak korban, sopir truk langsung menyelamatkan diri ke Polsek Ransiki. Akibat bertabrakan dengan truk bertuliskan ‘Hasta La Vista Baby’ yang disebut milik PT Pulmon, sepeda motor mengalami kerusakan parah. [CR35-R1] 

Dibaca 284 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.