Pertumbuhan IKM di Kota Jayapura Rata-rata 1,2 Persen | Pasific Pos.com

| 22 February, 2019 |

Kepala Bidang Industri Disperindagkop Kota Jayapura, S. U. Djopari foto bersama Kabid Industri Kasi Sistem Informasi Industri Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Achmad N. Saichul. Kepala Bidang Industri Disperindagkop Kota Jayapura, S. U. Djopari foto bersama Kabid Industri Kasi Sistem Informasi Industri Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Achmad N. Saichul.

Pertumbuhan IKM di Kota Jayapura Rata-rata 1,2 Persen

Kota Jayapura Penulis  Senin, 14 Mei 2018 17:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA - Data Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Jayapura dari 2014-2017 sudah tercatat 1.662 yang sudah berizin, baik kelompok maupun perseorang.

Dari pertumbuhan 1,2 persen tersebut, pelaku IKM sudah menyerap raturan tenaga kerja, yang tersebar di lima Distrik di Kota Jayapura.


Dari jumlah tersebut, masing-masing menggeluti usaha industri bervariasi, yaitu industri kimia dan argo, industri hasil hutan dan hasil tambang, isdustri logam mesin dam elektronika, dan isdustri sandang kulit dan aneka.


Tak hanya membina, pemerintah daerah setempat Disperindagkop memberikan bantuan dengan peralatan guna menunjang dan meningkatkan mutu kualitas produksi.


"Supaya bisa sersaing di pasar untuk mendokrak ekonomi. Agar dapat mandiri," kata Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Jayapura, S. U. Djopari di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin, (14/5/18).


Kabid Industri Kasi Sistem Informasi Industri Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Achmad N. Saichul mengatakan setiap tahun Disperindagkop melatih atau membina sebanyak 25 pelaku IKM.


"Kami melakukan pembinaan 25 pelaku IKM yang belum berizin. Mereka dilatih melalui gugus kendali mutu. Pelatihan dari 2007," kata Achmad.


Pembinaan ini dilakukan kepada IKM yang sudah memiliki usaha, namun memiliki izin usaha, meka melelui pelatihan pelaku IKM di Kota Jayapura bisa memiliki izin usaha sendiri.


"Untuk meningkatakan mutu dan kualitas produksi usaha yang dihasilkan. Contohnya, pelatihan tifa, dulunya manual, sekarang memakai teknologi mesin sehingga dari satu tifa sekarang satu hari bisa bikin tiga tifa, supaya bisa memiliki nilai ekonomis," kata Achmad.

Dibaca 227 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.