Jokowi Minta Pemda Papua Petakan Kebutuhan Dasar Asmat | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

(Plt) Asisten Bidang Perekonomian   Pembangunan dan Kesejahteraan Sekda Papua, Dr.Ir.Noak Kapisa. (Plt) Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Sekda Papua, Dr.Ir.Noak Kapisa.

Jokowi Minta Pemda Papua Petakan Kebutuhan Dasar Asmat

Info Papua Penulis  Selasa, 08 Mei 2018 21:20 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Presiden Joko Widodo meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk memetakan kebutuhan dasar masyarakat kabupaten.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Asisten Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Sekda Provinsi Papua Dr.Ir.Noak Kapisa dalam arahannya pada apel pagi di halaman kantor gubernur papua, belum lama ini.


“Gubernur meminta kepada saya dan Pak Elysa Auri melalukan koordinasi dengan SKPD untuk memetahkan kebutuhan dasar di kabupaten asmat,” ungkapnya.
Dijelaskannya, untuk melakukan pemetaan kebutuhan dasar di kabupaten asmat. maka akan dilakukan pengecekan di kabupaten asmat melalui koordinasi bupati asmat dan masyarakat.


“Akan dilakukan pengecekan di kabupaten asmat dengan bupati atau masyarakat untuk kebutuhan, sebab kita diberi batas waktu satu minggu,” terangnya.
Menurutnya, setelah dilakukan pemetaan kebutuhan dasar masyarakat asmat, penjabat gubernur akan melaporkan kepada presiden hasil pemetaan tersebut.
“Rencana minggu depan penjabat gubernur akan melaporkan kepada presiden,” katanya.


Sebelumnya, Menteri Sosial Idrus Marham menerangkan pemerintah telah merancang program untuk memenuhi seluruh kebutuhan dasar dan mendesak masyarakat Asmat guna menghindari terjadinya kasus penyakit lain terulang.


“Secara konseptual pemerintah sudah buat prinsip-prinsip dasar setelah KLB berakhir. Pemerintah Pusat telah merencanakan program-program dalam satu konsep terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan. Makanya kami datang ke sini,” kata Idrus.

Dibaca 618 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.