Jarigan Internet Diperkirakan Normal 5 Mei 2018 | Pasific Pos.com

| 22 February, 2019 |

Jarigan Internet Diperkirakan Normal 5 Mei 2018

Papua Barat Penulis  Sabtu, 05 Mei 2018 00:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Perbaikan jaringan internet di wilayah Manokwari sedang diupayakan tim dari Telkom termasuk Telkom Manokwari.

Kepala Kantor Telkom Manokwari, Rifai Abdullah menuturkan, putus totalnya jaringan internet di wilayah Manokwari karena kabel optic bawah laut yang terletak di perairan Sarmi, Papua putus total, akibat gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Rifai menjelaskan, saat ini pengerjaan penyambungan kembali kabel optic sementara dikerjakan.

“Kalau tidak salah tanggal 24 April 2018 kapal sudah bergerak menuju Sarmi. Perbaikannya ada dua schedule yaitu tanggal 28 Mei sampai tanggal 5 Mei. Sehingga tanggal 5 Mei sesuai schedule jaringan sudah normal kembali,” kata Rifai kepada wartawan disela-sela kesibukan memperbaiki salah satu gardu Telkom di seputaran jembatan Sahara, Kamis (3/5).

Rifai menjelaskan, gangguan jaringan tidak hanya dirasakan di Manokwari, tetapi juga di Jayapura, Sorong, Sarmi, Biak.

“Malah di Papua sudah mati total sejak 4 April 2018, sedangkan di Papua Barat baru eksekusi gangguan baru mulai. Saat pemeriksaan kabel bawah laut ke atas, powernya harus dimatikan,” jelas dia.

Rifai menerangkan, paling lama jaringan inrternet di Manokwari akan kembali normal tanggal 5 Mei 2018.

“Kerugian sudah pasti, tapi saya tidak bisa rincikan. Kerugian penggunaan data sudah pasti dan yang jelas kami komitmen tanggal 5 Mei perbaikan sudah harus selesai,” ungkap Rifai.

Ditanya solusi agar kabel optic bawah laut tidak putus lagi, Rifai mengatakan, saat ini pihaknya sedang mensurvei tempat di perairan luas di belakang perairan Biak.

“Jadi nanti kabel tidak masuk lagi ditengah perairan Biak, tetapi diluar Biak,” tandas Rifai seraya menambahkan kerusakan yang terjadi karena faktor alam. [SDR-R3] 

Dibaca 582 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.