Kuota CPNS Papua 300 Orang | Pasific Pos.com

| 14 August, 2018 |

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Papua, Nicholaus Wenda. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Papua, Nicholaus Wenda.

Kuota CPNS Papua 300 Orang

Headline Penulis  Rabu, 25 April 2018 11:46 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

JAYAPURA,- Untuk membicarakan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengundang Bupati dan Walikota se Provinsi Papua.

Pertemaun yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu, pemerintah Provinsi Papua mendapat kuota sekitar 300 orang lebih pada penerinamaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi tahun 2018.


“Untuk penerimaan pegawai tahun ini, Menpan sudah mengundang para Bupati/Walikota untuk melakukan pertemuan di Jakarta,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua, Nicholaus Wenda kepada wartawan, Selasa (24/4/2018).


Dalam pertemuan tersebut, menpan meminta setiap daerah mengusulkan kuota pegawai sesuai kebutuhan termasuk penerimaan CPNS yang tertunda pada tahun 2014.


“Menpan menyampaikan bahwa setiap daerah mengusulkan kebutuhan pegawai termasuk formasi 2014, yang tertunda bisa diusulkan sebagai penambahan,” tandasnya.


Dengan demikian, pemerintah kabupaten/kota telah mengusulkan kuota penerimaan sesuai kebutuhan. sementara untuk penerimaan tahun 2014 lalu, provinsi papua mendapat kuota 173 orang. “Penambahan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah,” katanya.


Disinggung mengenai penerimaan tenaga honorer K2, ia mengaku, sampai saat ini belum ada kepastian dari kemenpan. namun, Pemprov papua terus berupaya mendorong ke menpan dengan harapan K2 tersebut dapat diangkat jadi pegawai.


“Sampai saat ini belum ada kabar terbaru, namun bagi yang K2 yang tidak masuk dalam data base menjadi masalah dan jadi tantangan bagi kami,” katanya lagi.


Sebab K2 yang sudah memgikuti tes, datanya sudah diverifikasi dan telah diserahkan ke menpan. “Dalam penerimaan yang umurnya masih memungkinkan silahkan ikut tes. namun jika umurnya sudah tidak mencukupi, maka tidak bisa lagi ikut tes,” tutupnya.

Dibaca 444 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.