Persoalan Menara Masjid Al-Aqsha Sudah Selesai | Pasific Pos.com

| 17 August, 2018 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si saat menerima hasil kesepakatan antara PGGJ dan Pihak Masjid Al-Aqsh sentani yang dilakukan oleh tim 6 belum lama ini disaksikan pimpinan Forkopimda Kabupaten Jayapura dan Provinsi Papua di Aula Lantai II, Kantor Bupati Gunung Merah Sentani, Senin (23/4/18) Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si saat menerima hasil kesepakatan antara PGGJ dan Pihak Masjid Al-Aqsh sentani yang dilakukan oleh tim 6 belum lama ini disaksikan pimpinan Forkopimda Kabupaten Jayapura dan Provinsi Papua di Aula Lantai II, Kantor Bupati Gunung Merah Sentani, Senin (23/4/18)

Persoalan Menara Masjid Al-Aqsha Sudah Selesai

Headline Penulis  Selasa, 24 April 2018 13:53 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, menegaskan, persoalan pembangunan menara Masjid Agung Al-Aqsha ini sudah selesai dan final.

"Persoalan menara masjid ini sudah selesai. Jadi, pembangunan yang dilakukan oleh teman-teman di Masjid Al-Aqsha tetap berjalan dan hanya menyesuaikan dengan ketentuan yang ada,” tegas Bupati Mathius ketika dikonfirmasi wartawan usai pertemuan dalam rangka penyerahan hasil kerja Tim 6 terkait masalah kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Senin (23/4/18).


Menurutnya, keputusan ini sudah terwakili baik dari kelompok umat Muslim maupun umat Kristen yang luar biasa, karena tokoh-tokoh ini adalah tokoh-tokoh agama yang ada di provinsi dan juga didukung oleh beberapa orang.


Oleh karena itu, pikiran-pikiran mereka ini sudah mewakili ketokohan yang ada di dalam tim itu. Mereka juga sudah membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan masukan dan pikiran, sehingga saya pikir keputusan ini sudah bagus, tuturnya.


Terakhir dari pihak bandara, yang telah memberikan aturan terkait ketinggian suatu bangunan dan sudah berlaku secara internasional, bukan hanya peraturan nasional saja, sambung Mathius Awoitauw.


Inti dari semua persoalan ini, Bupati Mathius menuturkan, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran untuk semua pihak bahwa negara ini ada yang mengatur dan juga ada ketentuannya. Kita semua harus mematuhi aturan dan kita tidak seenaknya saja membangun apapun, itu harus ada ijin mendirikan bangunan dari pemerintah daerah setempat,” tuturnya.


Lanjut Bupati Mathius, kedepan khususnya di Papua ini dan di tempat lain juga harus ada etika toleransi, hubungan-hubungan kemasyarakatan dan hubungan sosial.


Hal ini perlu diperhatikan, karena ada surat kesepakatan bersama antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri yang memuat hal itu harus ada persetujuan dan mungkin hal-hal ini yang perlu di sosialisasikan kedepannya. Tadi (kemarin) juga sudah disampaikan oleh Dandim Jayapura dan Kapolres Jayapura ,agar apa yang telah dibangun dan dijalin ini harus di sosialisasikan terus pikiran-pikiran seperti ini, katanya.


Menurutnya, kalau ada masalah di Kabupaten Jayapura, maka orang yang ada di daerah ini yang harus menyelesaikannya dan tidak perlu dibawa keluar. Karena dengan adanya peristiwa kemarin ini diluar sana menjadi ramai.


Selain itu, kata Bupati Mathius, kebutuhan akan rumah ibadah adalah masyarakat disini yang paling membutuhkan dan tidak ada hubungannya dengan orang yang ada diluar. Karena kita tidak pernah ikut mengurusi dan juga mencampuri urusan diluar sana.


"Oleh karena itu, kita lokalisir (masalah) ini dan juga menjadi pembelajaran untuk semua. Kalau ada masalah disitu biarlah diselesaikan disitu saja. Apalagi kepala daerah baik gubernur, walikota dan bupati telah diberikan kewenangan oleh Negara sebagai ketua tim penyelesaian konflik dimanapun, sehingga hal itu kita sudah ambil alih penyelesaiannya, kata Mathius Awoitauw.


Dari peristiwa ini, Bupati Mathius menyampaikan, hidup teratur, tertib dan taat aturan itu sangat penting. Jadi, semua orang harus paham bahwa hidup tertib dan teratur itu telah diatur oleh Negara,” imbuhnya.

Dibaca 112 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.