Kurangi Bencana, Gubernur Minta Kerjasama dan Koordinasi Lintas Sektor | Pasific Pos.com

| 17 August, 2018 |

Kurangi Bencana, Gubernur Minta Kerjasama dan Koordinasi Lintas Sektor

Papua Barat Penulis  Minggu, 22 April 2018 23:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan berharap koordinasi dan kerjasama lintas sektor ditingkatkan guna mensinergikan kebijakan penanggulangan bencana di pusat dan daerah.

Harapan itu disampaikan Gubernur mengingat penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama antar semua sektor. Maka itu perlu dibangun forum antar lembaga dalam penanggulangan bencana. Demikian disampaikan Gubernur Dominggus Mandacan saat membuka rakornis BPBD provinsi Papua Barat ke VII tahun 2018 yang dilaksanakan di Teluk Wondama, Kamis (19/4).

Gubernur mengungkapkan, Indonesia merupakan Negara dengan frekuensi kejadian longsor, banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, letusan gunung berapi dan lahan kering yang sering terjadi hingga menyebabkan hilangnya nyawa, kerugian harta benda, kemunduran ekonomi serta kerusakan lingkungan serta psikososial.

Bencana alam yang dipicu oleh pengaruh iklim sering terjadi, seperti banjir dan gerakan  tanah atau tanah longsor. Hal itu menunjukan bahwa Indonesia masih rentan dengan adanya perubahan iklim. Untuk itu, Gubernur berharap semua daerah rawan bencana banjir dan longsor memiliki perencanaan penanggulangan bencana yang sistematis dan efektif untuk mengurangi resiko bencana.

Dikatakan Gubernur, dengan diterbitkannya UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang mengatur penanggulangan bencana dan kebakaran menjadi urusan wajib daerah dalam rangka pelayanan dasar masyarakat. “Kebijakan inilah yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan penanggulangan bencana di daerah. Upaya mengurangi resiko bencana akan mampu dilaksanakan di daerah dengan mengimplementasikan fase perencanaan, pelaksanaan dan monitoring serta evaluasinya,” jelas Gubernur.

Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi dalam sambutannya mengucapkankan terima kasih. Meski ada beberapa agenda kegiatan dalam waktu bersamaan, Gubernur masih memilih ke Teluk Wondama.

Kabupaten Teluk Wondama, pada 2010 silam sempat mengalami musibah banjir bandang. Dalam musibah itu banyak memakan korban dan kerugian financial.

Menangani bencana, Ungkap Bupati, bersama wakilnya Paulus Indubri dalam 5 visi misinya 5 tahun (2016-2021) poin 5 membahas soal penanganan bencana. Dimana point tersebut, mengenai perlindungan masyarakat dari bencana dan konflik.

Untuk itu, karena daerah masih mengalami banyak keterbatasan, Bupati meminta Pegunungan Arfak diberikan perhatian khusus baik dari provinsi maupun dari kementerian terkait.

“Ditengah dan pinggiran kota kami punya 10 sungai besar, kami tidak punya hasil hutan tapi kami punya potensi laut ikan dan wisata, jika dikelola akan seperti Raja Ampat. Kita di Teluk Cenderawasaih jika dipromosikan maka tak kalah dengan wisata di Raja Ampat,” kata Imburi meminta dukungan dan bantuan dari Pemprov Papua Barat dan Pusat. [RYA-R3]

Dibaca 255 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.