Haering Dewan Terkemuka Beberapa Masalah, Sampah Prioritas | Pasific Pos.com

| 18 March, 2019 |

Haering Dewan Terkemuka Beberapa Masalah, Sampah Prioritas

Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE – Haering atau jaring aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire dari kelompok 1 yang merupakan gabungan atau lintas komisi yang dilaksanakan wakil rakyat di Daerah Pemilihan (Dampil) I Nabire terkemuka beberapa persoalan dan masalah yang dialami masyarakat selama ini.

Dari dengar saran dan pendapat hingga penghimpunan aspirasi oleh dewan ini terkemuka pula beberapa persoalan dari masalah pasar, dugaan penyerobotan rumah, APBD Nabire hingga terkait tenaga honorer. Namun, yang menarik dari pantauan media ini terkemukanya soal dan masalah sampah, yang kini juga telah menjadi tren topik di media sosial kalangan masyarakat Nabire.  

 
Anggota DPRD Kabupaten Nabire, Willem Kayame dan sekretaris kelompok dewan, Udin Mardin didamping anggota Ruben Tandi dan Naomi Kotouki pada kesempatan itu langsung berdialog dan berdiskusi dengan perwakilan masyarakat yang hadir di kediaman Udin Mardin, Siriwini Nabire itu.


Dari sejumlah masuk yang ada, para anggota dewan ini sebenarnya sudah berjuang bahkan langsung melakukan koordinasi dengan pihak eksekutif, meskipun nampak tidak ada penyelesaian ataupun realisasinya.


Apalagi menyangkut penanganan sampah di daerah ini, tak enyah pihak dewan Nabire sendiri telah menelorkan sebuah Peraturan Daerah (Perda) menyangkut sampah di daerah ini. Walaupun demikian, masih saja ditemukan sampah-sampah dimana-mana.


Yang menarik pada kesempatan itu, terkemukanya soal dana yang diterima dinas ataupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani sampah dalam hal ini Dinas Kebersihan Kabupaten Nabire. Diutarakan Udin Mardin bahwa Dinas Kebersihan setiap tahun anggaran hanya menerima alokasi anggaran sebesar 1,2 miliar. Dana tersebut menurutnya, sangat kurang mengingat armada pengangkut sampah saja yang ada saat ini hanya 2 unit, belum lagi untuk kegiatan lainnya diantaranya pembuatan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di setiap kelurahan yang ada di Distrik Nabire khususnya.


Untuk itu, saran dan mungkin sebagai usulan awal dalam rangka mengatasi persoalan sampah di kota Nabire ini perlu adanya penambahan dana bagi dinas maupun instansi terkait, bila perlu seperti usulan dari sejumlah warga, kembali diutarakan dan menurut Udin dan Willem serta disetujui anggota lainnya, bahwa persoalan sampah diserahkan kepada pihak ketiga.


Usulan ini mungkin salah satu jalan untuk mengatasi sampah di daerah ini dan satu harapan kiranya pihak pemerintah dalam hal ini eksekutif Nabire lewat pemangku kebijakan dalam memperhatikan hal ini. Belum lagi ketika kita berbicara menyangkut lainnya, seperti penyakit masyarakat ataupun sampah masyarakat daerah ini itu sendiri, hualam semoga ada hikmahnya. (wan/ans)

Dibaca 330 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.