Kantor KPU dan Panwaslu Mamberamo Tengah Terbakar | Pasific Pos.com

| 27 May, 2018 |

Ilustrasi. Ilustrasi.

Kantor KPU dan Panwaslu Mamberamo Tengah Terbakar

Kriminal Penulis  Kamis, 19 April 2018 01:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten Mamberamo Tengah, yang terletak di Kobagma, terbakar pada Rabu (18/4) sekitar pukul 07.30 WIT.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Lukas Saidipun  yang dihubungi melalui telephon selluler membenarkan kejadian ini. "Ya benar kantor KPU dan Panwas Mamberamo Tengah di Kobakma berada dalam satu kawasan dan terbakar pagi ini. Saya belum tau banyak karena masih berada di Oksibil," ujar Dandim.


Sementara itu dari kalangan masyarakat mencuat dugaan kedua kantor penyelenggara pilkada itu dibakar massa yang diperkirakan merupakan pendukung salah satu bakal calon bupati yang dinyatakan tidak lolos administrasi.


Namun, Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli di Jayapura, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kantor KPU dan kantor panwas dibakar massa atau bukan.


Pihak kepolisian mendapat laporan adanya kebakaran namun belum dapat dipastikan apakah kantor KPU dan Panwaslu sengaja dibakar, ataukah justru kantin yang letaknya berdekatan yang lebih dulu terbakar.


Sementara itu diketahui pada Selasa kemarin pada sidang kasasi di Mahkamah Agung, menolak gugatan  pasangan calon Itaman Tago dan Oni Pagawak.


Pada sidang putusan yang dipimpin hakim ketua DR.H Yulius, SH.MH menolak permohonan kasasi serta menghukum membayar biaya perkara sebesar 500.000.


Sementara Itu, KPU Provinsi Papua mengklaim, insiden pembakaran kantor Graha Pemilu (KPU dan Panwas) tidak mempengaruhi pelaksanaan tahapan pilkada setempat.


"Pilkada akan tetap berjalan sesuai jadwal," ujar Komisioner KPU Papua Bidang Hukum, Tarwinto dalam pesan singkatnya, Rabu siang.


Menurut dia, terkait pembakaran ini pihak KPU menyerahkan sepenuhnya kepada aparat Kepolisian untuk mengusut tuntas termasuk memproses hukum pelaku pembakaran.


Berdasarkan rilis Humas Polda Papua, pembakaran kantor KPU dan Panwas serta kantin Pemda (kolam pemancingan) terjadi Rabu pagi. Bermula ketika massa dari salah satu pasangan calon yang berjumlah kurang lebih 600an orang bersiap untuk berunjuk rasa di halaman kantin pemda sekira pukul 06.00 WIT berselang satu jam kemudian, massa sudah melakukan pembakaran kantin Pemda tersebut.


Tidak puas, massa yang bertindak anarkis kemudian bergerak menuju kantor Graha Pemilu dimana terdapat kantor KPU dan Panwas yang saling berdampingan. Meski telah dicegah oleh aparat Kepolisian yang bertugas, namun massa tidak memperdulikan dan kemudian membakar kedua kantor yang baru saja diresmikan setahun lalu. Bahkan kantor Graha Pemilu ini tercatat dalam rekor MURI sebagai graha pemilu satu satunya di Indonesia.


Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Deny Herdiana yang tiba di lokasi kejadian langsung mengerahkan pasukannya dibantu TNI untuk menghalau massa. Sekaligus melakukan negosiasi dengan koordinator massa.


"Kami telah memberitahukan kepada massa untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Apalagi proses pilkada sedang berjalan, mari kita ciptakan pilkada yang aman dan damai.


Sementara itu Penjabat Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah, Reky Ambrauw yang diminta konfirmasi terkait insiden, belum bisa dihubungi.

Dibaca 461 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.