489 Atlet Papua Jalani Tes Kesehatan | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Atlet Satfball Papua ketika mengikuti tes kesehatan, di Klini Cito, Argapura Kota Jayapura. Atlet Satfball Papua ketika mengikuti tes kesehatan, di Klini Cito, Argapura Kota Jayapura.

489 Atlet Papua Jalani Tes Kesehatan

Olahraga Penulis  Senin, 16 April 2018 21:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua terus mengintensifkan persiapan menghadapi PON XX tahun 2020.

Salah satunya dengan menggelar tes kesehatan bagi atlet yang diproyeksikan untuk ajang multicabang empat tahunan tersebut. Sebanyak 489 atlet dari 31 cabor ini menjalani tes kesehatan berlangsung selama lima hari di klinik kesehatan Cito Kota Jayapura, Senin (16/04/2018).


Dihari pertama test kesehatan yang diikuti 84 atlet dengan 5 cabor diantaranya; Aero Sport, Angkat Berat Besi dan Binaraga, Anggar, Aquatik, Baseball dan Softball.


Anggota Bidang Pembinaan Prestasi KONI Papua Noack Baransano mengungkapkan test kesehatan yang dilakukan sudah koordinasi dengan tim Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov).


“Kita lakukan test kesehatan, kita ingin pastikan atlet itu dia sehat sebelum lakukan tes fisik,” ujarnya.


Lanjut Noack, untuk atlet yang berada di luar Kota Jayapura akan ada rekomendasi dari klinik kesehatan untuk segara dilakukan test ditempat atlet tersebut berada, yang kemudian selanjutnya hasil tersebut akan dikirimkan ke KONI Papua.
Ia memberikan contoh seperti cabor Hocky di Biak, atlet sekitar 80 orang, sehingga ada rekomendasi dari klinik untuk periksa disana, nanti kalau test fisik ada tim yang turun disana,” tuturnya.


Sementara itu Branch Manager Klinik Laboratorium Cito Muhadi menambahkan fungsi medical checkup yang dilakukan untuk atlet guna mendeteksi apakah adanya penyakit yang dialami bagi atlet dimasing-masing cabang olahraga dalam menghadapi penyelenggaraan PON XX Papua.


“Jadi diperiksa darah, foto ronsen, urine, dan rekam jantung, karena untuk atlet harus dilakukan pemeriksaan lengkap sekitar 12 item, sebab ketika atlet rutin latihan akan semakin berat kedepannya,” ujarnya.


Dikatakan, proses pemeriksaan dibutuhkan waktu lama itu hanya untuk rekam jantung, pemeriksaan lainnya tidak membutuhkan waktu yang lama.


“Dari KONI itu rencananya 500 atlet yang di Jayapura, tapi diluar 300 atlet dari setiap cabor. Kalau biaya yang diperlukan sekitar Rp. 1 juta lebih per orang sekali pemeriksaan,” ungkapnya.


Selain itu ditempat yang sama Bendahara Perbasasi Papua Silas memberikan apresiasi kepada KONI Papua karena adanya perhatian untuk persiapan PON XX, dengan dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi atlet.


“Ini langkah awal yang baik. Kita harapkan terus berjalan, tidak hanya test itu saya, tapi ada test lainnya, kerena dengan adanya test ini berarti kita Papua serius untuk hadapi PON 2020,”


Silas mengaku atletnya yang masih mengikuti pelatnas di Indonesia akan menyesuaikan dengan jadwal kegiatan pelatnas. “Kita juga ada atlet yang akan dikontrak jadi ini mendadak belum bisa datangkan, tapi mereka tetap menyesuaikan saja proses pemeriksaan kesehatan,”tutupnya.

Dibaca 290 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.