Indonesia Bubar 2030, Warning Untuk Pemerintah | Pasific Pos.com

| 24 April, 2018 |

Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang politik, pemerintahan, pertahanan, keamanan, hukum dan HAM, Tan Wie Long. Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang politik, pemerintahan, pertahanan, keamanan, hukum dan HAM, Tan Wie Long.

Indonesia Bubar 2030, Warning Untuk Pemerintah

Headline Penulis  Minggu, 15 April 2018 23:19 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Pidato Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, yang mengutip salah satu buku dengan menyebut Indonesia akan bubar pada 2030, merupakan warning untuk pemerintah pusat.

Hal itu ditegaskan, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang politik, pemerintahan, pertahanan, keamanan, hukum dan HAM, Tan Wie Long kepada Wartawan di ruang Fraksi Partai Golkar DPR Papua, Jumat (13/4/18).


"Apa yang disampaikan salah satu tokoh bangsa dari buku yang ia baca diprediksikan Indonesia akan bubar, bisa iya, bisa tidak. Sehingga, ini harus menjadi catatan karena bukan tidak mungkin semua dapat terjadi," pesannya.


Menurut Politisi Partai Golkar itu, apa yang disampaikan oleh tokoh bangsa ini, harus jadi sebuah catatan, sebuah refleksi untuk kita juga harus waspada. Karena apa yang disampaikan itu bisa saja terjadi 2030 bisa juga sebelumnya.


"Bisa sebelumnya. Itu tergantung bagaimana pemerintah itu betul-betul melaksanakan apa yang sudah digariskan oleh para fani fader kita tentang Pancasila, UU Dasar 45, kebinekaan. Itu harus dilaksanakan secara murni dan konsekuwen. Jadi kalau saya ditanya tentang hal itu bisa iya, bisa tidak, " ujarnya.


Hanya saja kata Along, sapaan akrabnya, kita harus tetap optimis, dan melihat kedepan bagaimana rakyat itu, karena ini kan semua kembali kepada rakyat, kalau rakyat itu dipandang sejahtera tidak mungkin akan berpikiran hal seperti itu.


Bahkan menurut Along, sapaan akrab dari legislator Papua ini, jangan sampai terjadi seperti di Kabupaten Pegunungan Bintang karena kalau rakyat sudah mulai membakar, itu berarti ada yang salah.


"Ini yang bisa saya sampaikan. Karena rakyat itu tidak bisa ditipu. Pemimpin yang dilihat bekerja secara otoriter atau tidak menjadi harapan masyarakat dan pasti akan terjadi hal-hal seperti itu, karena sekarang jaman keterbukaan dan rakyat itu sudah punya hak berbicara, mengkritisi, mengawasi pemerintah, " tandas Along.


Along menambahkan, pemimpin yang dianggap tidak menjadi harapan masyarakat, pasti akan terjadi. "Jadi ini penting, karena sekarang jaman keterbukaan, rakyat kini mengawasi dan menilai kinerja pemerintah," tekannya. (TIARA)

Dibaca 57 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.