Kediaman Bupati Constan Oktemka Dibakar Tepat di Hari Jadi Pegubin | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Iganisus W Mimin dan Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long saat memberikan keterangan pers di ruang Fraksi Golkar DPR Papua, Kamis (12/4/18). Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Iganisus W Mimin dan Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long saat memberikan keterangan pers di ruang Fraksi Golkar DPR Papua, Kamis (12/4/18).

Kediaman Bupati Constan Oktemka Dibakar Tepat di Hari Jadi Pegubin

Headline Penulis  Jumat, 13 April 2018 00:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Mimin : Ribuan Warga Minta Bupati Harus Diganti



Jayapura,- Merasa tidak puas dengan kepemimpinan Bupati Pegunungan Bintang, Constan Oktemka dua tahun terakhir ini, ribuan warga membakar kediaman Bupati di Oksibil Ibu Kota Pegunungan Bintang, Kamis (12/4/18) kemarin, tepat di hari jadi atau HUT Kabupaten Pegunungan Bintang yang jatuh pada 12 April 2018.

Setelah mendengar khabar tersebut, Anggota DPR Papua dari Daerah Pemilihan Pegunungan Bintang (Pegubin), Ignasius W Mimin membenarkan adanya informasi pembakaran rumah kediaman milik Bupati Pegunungan Bintang Constan Oktemka.


Padahal, kata Iegislator Papua ini, pembakaran rumah kediaman Bupati Pegunungan Bintang itu bertepatan dengan peringatan HUT Kabupaten Pegunungan Bintang.


“Pada saat HUT Kabupaten Pegunugan Bintang, terjadi peristiwa tak terduga berupa pembakaran rumah kediaman Bupati Pegunungan, padahal selama ini rakyat menginginkan pemimpin yang bermasyarakat, bermoral dan menjunjung tinggi satu sama lain. Namun, kekesalan masyarakat terhadap Bupati tak terbendung lagi, sehingga secara spontanitas mereka membakar rumah kediaman Bupati Pegubin hingga rata dengan tanah,” jelas Ignasius Mimin.


Bahkan, ribuan warga Pegubin ini secara spontan juga memalang Bandara Oksibil, yang merupakan satu-satunya akses ke daerah itu.
"Tidak hanya itu, ribuan warga Pegubin dilaporkan juga memalang kantor Bupati Pegunungan Bintang, kantor DPRD Pegunungan Bintang dan perkantoran milik pemerintah daerah setempat sehingga aktivitas tidak berjalan alias lumpuh total, " bebernya.


Bahkan, tegas Mimin, rakyat Pegubin meminta kepada pemerintah untuk menggantikan Bupati Pegunungan Bintang yang baru.


“Informasinya, ribuan warga ini meminta kepada pemerintah provinsi dan pusat untuk mengganti atau mencopot Bupati Pegunungan Bintang. Bagaimana gantinya, mereka yang harus menjawab itu,” tegas Ignasius Mimin.


Apalagi, lanjut Ignasius Mimin, ribuan warga itu mengancam akan terus melakukan pemalangan jika tuntutan untuk mengganti Bupati Pegunungan Bintang, Constan Oktemka tersebut.


“Warga menunggu jawaban dari Pemprov Papua dan Pemerintah Pusat untuk menggantikan dengan bupati baru. Itu keinginan mereka secara spontanitas, " ujarnya.


Sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar DPR Papua ini, mengakui jika sudah bertemu dengan Wakapolda Papua untuk melaporkan situasi yang terjadi di Pegunungan Bintang. “Kami harap Bupati Pegunungan Bintang tidak boleh lari dari tanggungjawab, " tandasnya.


Dikatakan, Bupati Constan harus bertanggungjawab atas semua yang terjadi hari ini, hingga masyarakat Pegubin itu melakukan pembakaran kediaman Bupati dan pemalangan bandara.


"Pemerintah harus tanya kepada masyarakat Pegunungan Bintang, kenapa hal ini bisa terjadi, " katanya.


Namun, Ignasius Mimin mengaku tidak akan tinggal diam terhadap masalah itu. “Saya merasa terpukul dengan kejadian itu, saya benar-benar kecewa, harus hal ini tidak terjadi. Padahal ini peringatan hari jadi Kabupaten Pegunungan Bintang, tapi masyarakat melampiaskan emosi dengan membakar rumah kediaman Bupati Pegunungan Bintang. Ini ada apa? Aparat dan pemerintah jangan cari pelaku pembakaran itu, tapi harus tanya kepada mereka kenapa membakar itu, karena peristiwa ini spontanitas 2 tahun kepemimpinan Bupati Constan Oktemka ternyata membuat masyarakat kecewa atas kepemimpinanya, " ketus Mimin.


Yang jelas, ungkap Ignasius Mimin, informasi yang diterimanya, tuntutan ribuan warga Pegunungan Bintang ini, meminta agar Bupati Constan Oktemka diberhentikan atau diganti.


Untuk itu, pihaknya mendesak Polda Papua dan Pemprov Papua untuk segera turun langsung ke Pegunungan Bintang untuk menyelesaikan masalah itu.
“Saya sudah komunikasi dengan orang pusat terkait hal itu. Karena saya tidak mau daerah saya pemerintahan jadi vakum. Polisi harus punya data lengkap, Polers di sana sudah tahu kondisi di Pegunungan Bintang, kepemimpinan bupati bagaimana harus tanya kepada bupati. Tapi, disisi lain masyarakat tidak mau bupati memberikan jawaban, namun mereka meminta pemerintah memberikan jawaban dengan mengganti bupati sesuai tuntutan mereka, " terangnya.


Ignasius Mimin menambahkan, tentu saja DPRD Pegunungan Bintang melakukan tugasnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat yang tidak puas dengan kepemimpinan Bupati Constan Oktemka tersebut.


“Saya akan tetap komunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri dan Pemprov Papua. Saya menunggu aspirasi dari masyarakat, dan saya siap akan perjuangkan. Jangan biarkan berlarut masalah ini, karena rakyat akan jadi korban, karena sudah dua kali ini, pembakaran Polres,” ungkapnya.


Sementara itu, dari sisi pemerintahan Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long mengatakan, peristiwa pembakaran rumah kediaman Bupati Pegunungan Bintang itu menjadi sebuah tragedi yang sangat menyedihkan.


“Itu kan menandakan bahwa di Kabupaten Pegunungan Bintang itu, krisis kepemimpinan, krisis kepercayaan kepada pemimpin atau rakyat sudah tidak lagi percaya kepada pemimpinnya, " ujar Along panggilan akrabnya.


Menurut Politisi Partai Golkar ini, kejadian itu, menjadi peringatan bagi kepala-kepala daerah di seluruh kabupaten yang ada di Papua, sehingga segala sesuatu yang dilakukan didalam menjalankan roda pemerintahan tidak boleh melakukan dengan otoriter atau sesuka hati.


“Tidak boleh bersikap otoriter dan orogan karena sekarang ini bukan jaman orde baru, tapi sekarang jamannya pemerintah itu ada dan rakyat harus didengar aspirasinya,” tandasnya.


Untuk itu, ia menyarankan kepada Pemprov Papua untuk segera membentuk tim investigasi, termasuk pemerintah pusat juga turun melakukan investigasi ke Pegunungan Bintang.


“Perlu tim investigasi kenapa terjadi kemarahan rakyat Pegunungan Bintang kepada pemimpinnya. Banyak orang bisa jadi pimpinan, tapi jadi pemimpin itu susah. Inilah salah satu contohnya,” kata Alon.


Tan Wie Long menambahkan, Komisi I DPR Papua akan menyampaikan kepada pimpinan DPR Papua untuk membentuk tim kecil dan segera berangkat ke Pegunungan Bintang untuk melakukan investigasi di tempat kejadian. (Tiara)

Dibaca 710 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.