Lukas Enembe : Saya Ini Tokoh Pemekaran | Pasific Pos.com

| 24 April, 2018 |

Pasangan Lukmen. Pasangan Lukmen.

Lukas Enembe : Saya Ini Tokoh Pemekaran

Headline Penulis  Kamis, 12 April 2018 23:54 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,- Calon Gubernur Papua nomor urut 1 Lukas Enembe melakukan kunjungan ke Kabupaten Merauke untuk mengisi masa kampanye Pilkada Serentak 2018.

Di Kabupaten yang dijuluki kota Rusa itu, Calon Gubernur patahana langsung menerima mempertanyakan terkait komitmennya dalam memberikan rekomendasi terkait rencana pemekaran Provinsi Papua Selatan.


Tokoh masyarakat Merauke yang juga merupakan wakil ketua tim pemenangan LUKMEN wilayah selatan, Herman Basik-Basik, mengatakan masyarakat di Papua selatan berharap bapak Lukas Enembe bisa mewujudkan terbentuknya Provinsi Papua Selatan.


Menanggapi hal itu, Lukas Enembe mengatakan, dirinya merupakan salah satu tokoh Papua yang cukup berpengaruh dalam memperjuangkan pemekaran di beberapa wilayah di Tanah Papua. Salah satunya adalah Kabupaten Jayawijaya.


Lukas juga mengatakan, alasan mendasar Provinsi Papua Selatan belum terwujud adalah moratorium yang dikeluarkan pemerintah pusat terkait dengan pemekaran itu. Sehingga, lanjut Lukas, sudah jelas bahwa ketika presiden memoratorium pemekaran daerah, maka sudah otomatis tidak ada yang bisa menentang ketentuan itu. Apalagi kata dia, untuk pemekaran wilayah baru khususnya provinsi dan kabupaten merupakan kewenangan presiden.


“Bagaimana saya tidak bisa mekarkan keinginan masyarakat untuk Provinsi Papua Selatan, saya ini tokoh pemekaran,” kata Lukas Enembe di hadapan para pendukungnya di Jalan Ahmad Yani, Rabu (11/4) kemarin.


Lanjut Lukas, rencana pemekaran itu akan diwujudkan asalkan daerah harus memenuhi semua persyaratan yang paling mendasar. Misalkan untuk provinsi harus memiliki kota madya, baru setelah itu bisa diusulkan untuk pemekaran menjadi provinsi. Diakuinya, selama ini pemerintah pusat sengaja memoratorium pemekaran daerah baru karena masih terkendala terbatasnya anggaran.


“Maka mau tidak mau kita ikuti prosedurnya. Yang penting kita sudah minta pemekaran. Bicara soal pemekaran wilayah, tidak ditangan siapa-siapa, itu ditangan daerah. Daerah punya kemauannya kuat kita teruskan. Selama ini Jakarta yang punya hak untuk memutuskan, kalau desa, distrik itu tugas kita (daerah),” tandasnya.

Dibaca 66 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.