Kontak Tembak di Banti, TNI Dapat 2 Pucuk Senjata | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi. Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Kontak Tembak di Banti, TNI Dapat 2 Pucuk Senjata

Headline Penulis  Rabu, 04 April 2018 21:56 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Timika, Kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di Kampung Opitawak, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, kembali terjadi Rabu (4/4/2018).

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan kontak tembak terjadi sekitar pukul 10.15 WIT, saat pasukan TNI melakukan pengejaran terhadap anggota KKSB di Kampung Opitawak.


“Kontak tembak tidak berlangsung lama dan anggota KKSB kembali melarikan diri ke daerah perbukitan di sebelah Kampung Opitawak,” kata Aidi di Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (4/4).


Aidi menjelaskan dalam kontak tembak ini satu anggota KKSB bernama Timotius Omabak ditemukan tewas dan dua orang lainnya bernama Ruben dan Kapin Wanmang dalam kondisi luka-luka. Dari penyisiran setelah kontak tembak, anggota TNI menemukan 2 pucuk senjata jenis M16 beserta sejumlah amunisi dan selongsong peluru.


“Tidak ada korban dari pihak TNI dan saat ini dua korban luka sudah dirawat oleh tim medis lapangan TNI. Untuk korban meninggal dunia sudah kami serahkan kepada warga setempat,” kata Aidi.


Menurut Aidi, KSB ini dibawah pimpinan Sabianus Waker. " Diperkirakan beranggotakan 200 orang dan memiliki 40 hingga 50 pucuk senjata api. Namun, yang terlibat dalam kontak tembak di Kampung Opitawak diperkirakan hanya 20-an orang lebih," ujar Aidi.


Aidi juga menjelaskan bahwa kondisi Papua saat ini adalah tertib sipil, sehingga pendekatan yang digunakan oleh TNI adalah pendekatan persuasif. "TNI melakukan operasi persuasif. Menjadi ujung tombak pada kejadian atau kegiatan yang belum terjangkau oleh stakeholder. Seperti kejadian di Asmat kemarin. Namun untuk selanjutnya tetap bekerjasama dengan penerintah daerah setempat," ujarnya mengakhiri perbincangan.

Dibaca 1040 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik