Ingin Merampok, 1 dari 8 Pelaku Tewas Ditikam Pemilik Rumah | Pasific Pos.com

| 17 August, 2018 |

Ingin Merampok, 1 dari 8 Pelaku Tewas Ditikam Pemilik Rumah

Papua Barat Penulis  Selasa, 03 April 2018 23:59 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Manokwari, TP – Salah satu dari 8 terduga pelaku spesialis perampokan rumah berinisial NM (33 tahun), menghembuskan nafas terakhir setelah ditikam pemilik rumah berinisial OP saat beraksi di Anday, Distrik Manokwari Selatan (Mansel), Kabupaten Manokwari, Sabtu (31/3).

NM meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Manokwari oleh rekan-rekannya untuk mendapat pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong lagi, Sabtu (31/3) sekitar pukul 06.15 WIT.

Mengenai kronologis kejadian, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi menerangkan, berdasarkan keterangan paman dari NM, Jumat (30/3) sekitar pukul 22.00 WIT, dia masih melihat NM berada di rumahnya di Kompleks Sanggeng Dalam dalam keadaan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sekitar pukul 23.00 WIT, NM dijemput rekannya AI dan rekan-rekannya menumpang mobil Toyota Avanza berwarna putih dengan nopol PB 1140 GF. Lanjut Erwindi, sesuai keterangan rekannya, AI, setelah NM dijemput, mereka menuju tempat kejadian perkara (TKP) perampokan di Anday.

“AI menyuruh NM memasuki rumah sasaran yang akan dirampok, tetapi dirinya mendapatkan perlawanan, sehingga NM ditikam di paha kanan,” jelas Kapolres dalam press release yang diterima Tabura Pos, Senin (2/4).

Melihat rekannya NM berlumuran darah, AI dan rekannya membawa NM ke RSUD Manokwari, tapi meninggal dunia dalam perjalanan. Ia menambahkan, berdasarkan keterangan paman dari NM dan AI telah memperkuat jika kematian NM disebabkan aksi perampokan yang dilakukan NM, AI, dan rekan-rekannya.

Sebab, ia mengungkapkan, pada hari yang sama, Sabtu (31/3) sekitar pukul 07.45 WIT, Pospol Maruni menerima laporan polisi dari seorang warga berinisial OP dengan alamat Jl. Trikora, Anday, mengaku rumahnya disatroni perampok.

Berdasarkan keterangan OP, Kapolres mengungkapkan, Sabtu (31/3) dini hari, korban, OP mendengar ada suara keributan dari arah jendela belakang. “Saat keluar, korban melihat ada 4 orang sedang merusak jendela rumah. Dia berteriak minta tolong, lalu pelaku kabur menggunakan mobil Avanza putih,” sebut Erwindi.

Dirinya melanjutkan, sekitar 20 menit kemudian, para pelaku kembali dan menghampiri korban, lalu mengeroyoknya menggunakan tangan dan balok hingga pingsan. Setelah siuman, tambah Kapolres, korban sempat masuk ke dalam rumah mengambil pisau dapur dan melakukan perlawanan.

“Korban melakukan penikaman membabi buta, lalu mengenai NM dan akhirnya mereka melarikan diri. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di punggung karena pukulan benda tumpul,” ungkapnya.

Menurut Erwindi, apa yang dilakukan korban merupakan suatu tindakan membela diri sesuai Pasal 49 KUHP. Untuk pelaku berinisial AI, Kapolres membeberkan, dia adalah resedivis kasus pemerkosaan dan pencurian di Manokwari, termasuk NM (almarhum) merupakan target operasi (TO) Polres Manokwari terkait beberapa kasus pencurian dan perampokan di Manokwari.

Ditambahkannya, kelompok ini kemungkinan adalah kelompok yang terorganisir dan selalu melakukan aksinya di Manokwari dan sekitarnya.

Mengenai keberadaan para pelaku lain yang merupakan rekan-rekan NM, Kapolres menyebutkan, ada pelaku yang sudah ditangkap, yakni DU, RH, dan JM beserta barang bukti mobil Toyota Avanza berwarna putih, sedangkan 4 orang lagi masih dalam pengejaran. [BOM-R1] 

Dibaca 284 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX