Pengusaha Sparepart Diminta Hentikan Jual Knalpot Racing | Pasific Pos.com

| 22 July, 2018 |

Pengusaha Sparepart Diminta Hentikan Jual Knalpot Racing

Papua Barat Penulis  Selasa, 20 Maret 2018 06:52 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Penggunaan knalpot racing oleh kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, kini menjadi perhatian Polres Manokwari.

Wakapolres Manokwari, Kompol A. Mapparenta sangat menyayangkan jika Manokwari yang dijuluki Kota Injil masih diwarnai tingginya kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas), apalagi pengendara atau pengemudinya rata-rata masih muda.


Menurutnya, penggunaan knalpot racing pada kendaraan bermotor menjadi faktor utama penyebab laka lantas.


“Saya sering lihat mereka yang motornya pakai knalpot racing selalu ugal-ugalan di jalan. Akibatnya, tanpa disadari menabrak atau menyenggol pengguna kendaraan lain, terus menimbulkan korban,” jelas Mapparenta dalam tatap muka bersama pengusaha sparepart kendaraan bermotor di Aula Polres Manokwari, Senin (19/3).


Dikatakannya, segala upaya untuk mengatasi laka lantas gencar dilakukan, mulai pendekatan persuasif dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat hingga melakukan penindakan.


Meski begitu, Wakapolres menambahkan, untuk mewujudkan Manokwari sebagai Kota Injil yang tertib, aman, dan damai, pihak kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus ada peran aktif dari para stakeholder.


Untuk itu, ia mengajak semua pihak bekerja sama, terutama pengusaha sparepart kendaraan bermotor yang berada di Manokwari supaya menghentikan penjualan knalpot racing. Sebab, jelas Mapparenta, penggunaan knalpot racing sudah bukan lagi pada momennya, yakni balapan di sirkuit, tetapi sudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.


“Saya juga minta bengkel motor tidak layani modifikasi knalpot. Jangan mau kalau diminta membela knalpot standar supaya bunyinya nyaring seperti knalpot racing,” imbau Wakapolres.


Menurutnya, jika hal seperti ini terus dibiarkan, akan terus menimbulkan laka lantas dan korban terus berjatuhan. Dirinya juga mengimbau semua pihak untuk tertib berlalu lintas, terutama mengenakan helm dan kaca spion saat berkendara.


“Alangkah indahnya jika kita naik kendaraan memakai helm tanpa menggunakan knalpot racing dan melaju dengan kecepatan normal,” pinta Mapparenta.


Dia mengaku, pihak kepolisian akan gencar melakukan sweeping terhadap kendaraan bermotor yang memakai knalpot racing. Bahkan, ia mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk mengeluarkan peraturan daerah (perda) larangan penggunaan knalpot racing.


“Kalau perdanya disahkan, pengusaha sparepart harus berhenti menjual knalpot racing, jangan lagi di pesan dari luar dimasukkan ke manokwari,” harapnya.


Dirinya pun berharap masyarakat bisa menjadi polisi untuk diri sendiri dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas terhadap setiap orang di lingkungan sekitar.


Sementara seorang pengusaha sparepart kendaraan bermotor di Manokwari, Enos mengapresiasi langkah yang diambil Polres Manokwari untuk menertibkan Manokwari dari kebisingan knalpot racing.


Dia mengaku meski sulit mengatasi lajunya penjualan knalpot racing, tetapi dirinya akan berupaya membangun kesadaran masyarakat Manokwari untuk tidak memakai knalpot racing.


“Memang sulit, karena ini terkait dengan keuntungan, tapi kami akan coba melakukan hal tersebut demi mewujudkan Manokwari yang aman dan damai,” tukas Enos. [BOM-R1] 

Dibaca 129 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.