YLBH Desak Penyidik Tim Saiber Pungli Kembangkan Kasus Pungli di Pasar Wosi | Pasific Pos.com

| 19 April, 2019 |

YLBH Desak Penyidik Tim Saiber Pungli Kembangkan Kasus Pungli di Pasar Wosi

Papua Barat Penulis  Rabu, 14 Maret 2018 13:49 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH), Provinsi Papua Barat, Matheus Maryen mendesak Penyidik Tim Saiber Pungli Kabupaten Manokwari untuk segera melakukan pengembangan dugaan kasus pungutan liar (pungli) di Pasar Wosi, Manokwari, Senin (5/3) lalu.

“Kami berharap penyidik dapat menelakukan pengembangan kasus ini, sehingga kita bisa tahu siapa sebenarnya oknum yang berada di belakang MW dan MK.


Sebab, mereka dua adalah korban, sudah jelas ada surat perintah dari Kepala Dinas Perindakop Kabupaten Manokwari dengan Nomor 094/089 tertanggal 17 November 2017.


Memang benar, ada surat kepada mereka untuk bertugas di Pasar Wosi, tetapi belum ada surat tugas secara rinci yang menyatakan mereka bekerja untuk, apakah mendata pedagang, penarik retribusi, atau tugas apa seperti apa,” kata Maryen saat ditemui Tabura Pos di Pengadilan Negeri Manokwari.


Tegas Maryen, hukum adalah panglima siapapun yang bersalah harus dihukum, tanpa memandang status sosial, pejabat, bawahan, atau status kepangkatan. Tetapi, hukum harus tajam keatas dan kebawah, dalam kasus ini diharapkan penyidik tidak melakukan tepang pilih.


Pasalnya, menurut Maryen, dugaan kasus pungli di Pasar Wosi tidak rasional. Mengapa? jelas Maryen, GW dan MK yang terduga melakukan pungli diberikan tugas di Pasar Wosi mulai dari pukul 06.00 WIT sampai dengan pukul 20.00 WIT.


Tetapi, selama mereka dua bekerja tanpa diberikan biaya operasional. “Ini kan aneh, bayangkan dari pagi sampai malam baru mereka bisa pulang. Pertanyaan kami, apakah benar mereka bekerja disana tanpa operasional dari instansi teknis, apakah mereka bertugas tanpa harus makan,” kata Maryen.


Dalam dugaan kasus pungli ini, Maryen menegaskan, Dinas Perindakop tidak bisa cuci tangan, tetapi Perindakop harus bertanggungjawab kepada penyidik, kepada keluharga korban dan kepada dua anak ini.


“Kami harap pejabat diinstansi teknis dapat memberikan pendampingan kepada mereka. Sehingga, dapat memberikan keringanan-keringanan jika proses ini naik ke tahapan hukum di Pengadilan.


Supaya dalam hal ini dapat memudahkan tim penyidik dalam proses pemeriksaan terduga. Agar kita semua bisa tahu mereka dua dalam kapasitas apa bisa ada di Pasar Wosi dan siapa oknum yang memerintah mereka,” terang Maryen.


Pada kesempatan ini, Maryen menghimbau kepada kedua keluharga korban untuk tidak melakukan persoalan baru. “Kemarin mereka datang ke kantor YLBH Papua Barat untuk kami memfasilitasi mereka bertemu dengan atas Polres Manokwari.


Kalau AT tidak segera di tangkap maka kedua keluharga korban akan mengambil tindakan untuk mencari yang bersangkutan,” kata Maryen.


Oleh sebab itu, Maryen berharap, kedua keluharga korban tidak melakukan sesuatu yang akan memperumit dan menggalami proses penyedilikan kasus ini.


Tetapi, marilah dugaan kasus pungli ini diserahkan kepada penyidik Tim Saiber Pungli Kabupaten Manokwari untuk melakukan proses penyelidikan sesuai proses yang berlaku sebagaimana yang diatur dalam hukum.


“Kami percaya penyidik Tim Saiber Pungli akan memproses kasus ini dan akan menemukan siapa oknum sebenarnya di balik dugaan kasus pungli di Pasar Wosi.


Sekali lagi saya berharap, kedua keluharga korban tidak melakukan hal-hal yang merugikan keluharga sendiri. Karena Tim Saiber Pungli akan menuntaskan kasus ini,” tandas Maryen. [FSM] 

Dibaca 363 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.