DPR Papua Kembali Soroti Konflik Kwamki Lama | Pasific Pos.com

| 26 September, 2018 |

Anggota Komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge, bidang, Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM. Anggota Komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge, bidang, Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM.

DPR Papua Kembali Soroti Konflik Kwamki Lama

Headline Penulis  Selasa, 13 Maret 2018 20:26 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Emus : Saya Harap Bupati Nduga, Mimika dan Puncak Segera Selesaikan Kasus Ini

 

Jayapura, - Konflik Kwamki di Kabupaten Mimika masih berlanjut dan sampai hari ini belum menemukan solusi dalam penyelesaian konflik tersebut, sehingga konflik Kwamki Lama kembali mendapat sorotan dari Anggota Komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge, bidang, Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau, S. Sos dari daerah pemilihan Mimika juga sudah menyoroti konflik di Kwamki Lama, dengan harapan yang sama agar konflik ini harus berakhir.


Apalagi, kata Emus, kemarin kembali lagi terjadi kasus pembunuhan atas nama Titus Lokbere dan kubu bermarga Uwamang.

"Saya harap bupati Nduga, Mimika dan Puncak bersama DPRDnya segera selesaikan kasus ini.
Bertemu dan turun menyelesaikan konflik ini. Karena sudah delapan tahun terus terjadi tapi belum juga selesai, " tandasnya.


Legislator Papua ini mengatakan, inikan kasus pembunuhan di pasar lama Sentani, beberapa waktu lalu yang kemudian masalah ini merembet ke Mimika.


"Otak kedua kubu ini harus ditangkap. Jangan dibiarkan. Kapolda segera cari tahu siapa otaknya, dan segera tangkap pimpinan perang kedua kubu tersebut, " pintanya.


Untuk itu, ia meminta agar Bupati dan tiga kabupaten yakni Puncak, Mimika, dan Nduga, juga DPRD tiga kabupaten itu segera selesaikan masalah ini hingga tuntas.


Apalagi lanjutnya, masyarakat yang bertikai ini sebenarnya masih ada hubungan keluarga.


Namun, ia melihat, dalam kasus ini seakan ada pembiaran dari aparat keamanan.


"Jangan anggap masalah Mimika ini sepele. Ini masyarakat sendiri yang saling bunuh. Jadi kami harap para pejabat di provinsi termasuk Kapolda segera undang tiga bupati ini, " harapnya.


Dikatakan, DPRP sendiri ingin masalah ini tuntaskan konflik tersebut dan dapat membantu untuk memfasilitasi penyelesaian kasus yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan.


"Kalau perlu Kapolda kirim tim khusus menangkap otak di balik itu, dan bila perlu tiga bupati langsung ke lokasi dan segera menyelesaikan masalah ini. Tidak hanya penyelesian adat, tapi proses hukum juga harus diberlakukan, " tegas Emus.


Bahkan Emus berharap, Pjs Gubernur, Kapolda juga Pangdam segera panggil tiga bupati ini untuk duduk dan bicara serius dalam penyelesaian konflik itu.


"Otak dibalik ini segera ditangkap dan diproses hukum. Alat perang juga harus disita. Masalah Timika jangan dibawa ke daerah lain termasuk Jayapura, " pungkasnya. (TIARA)

Dibaca 340 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.