Sekda Jayapura Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem | Pasific Pos.com

| 23 January, 2019 |

Sekda Kabupaten Jayapura, Drs. Yerry F. Dien, M.Si Sekda Kabupaten Jayapura, Drs. Yerry F. Dien, M.Si

Sekda Jayapura Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Kabupaten Jayapura Penulis  Minggu, 11 Maret 2018 21:14 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Drs. Yerry F. Dien, M.Si, mengimbau pada masyarakat Kabupaten Jayapura agar selalu waspada saat terjadi cuaca ekstrem seperti saat ini.

“Kita melihat situasi atau terutama cuaca-cuaca ekstrem yang sudah menyeluruh di seluruh daerah, ada bencana banjir, longsor, tebing runtuh dan sebagainya. Akibat hujan dengan intensitas tinggi, jadi kita berharap seluruh masyarakat harus waspada,” katanya, ketika ditemui wartawan diruang kerjanya, Jumat (9/3/18).


Untuk mengantisipasi jatuhnya korban selama terjadi cuaca ekstrem, kata Sekda Yerry, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) telah siap.


“Pemerintah daerah akan siap dengan BPBD. Kita berdoa semoga di Kabupaten Jayapura tidak ada jatuh korban dari warga ketika bencana datang,” katanya.


Untuk mengatasi musibah bencana alam banjir dan longsor yang berlarut, Sekda Yerry meminta selain masyarakat, juga kepada Kepala Distrik dan Kepala Kampung agar dapat mematuhi aturan-aturan yang berkaitan dengan pengendalian pemukiman-pemukiman yang tidak bertanggung jawab (liar).


“Seperti tidak boleh di ijinkan lagi kepada masyarakat untuk membangun suatu pemukiman yang berada di daerah perbukitan. Itukan juga akan sangat membahayakan masyarakat sendiri, akibat bangunan liar di daerah perbukitan tersebut,” tegasnya.


“Kita juga harus bergotong royong membersihkan sampah-sampah yang ada di got maupun parit, tidak boleh melakukan penebangan pohon di daerah Cagar Alam Cycloop karena sudah ada regulasi yang mengaturnya dan kita harus menjaga kebersihan Danau Sentani dengan tidak membuang sampah di sungai atau kali yang akhirnya membuat pendangkalan,” tukas Sekda Yerry.

Dibaca 422 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.