KPU Perpanjang Rekrutmen PPD dan PPS Pemilu | Pasific Pos.com

| 16 February, 2019 |

Kantor KPU Nabire. Kantor KPU Nabire.

KPU Perpanjang Rekrutmen PPD dan PPS Pemilu

Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire memperpanjang rekrutmen anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga 12 Maret 2018. Karena, pendaftar calon anggota PPD dan PPS dAri Distrik Yaur dan Teluk Umar masih kurang. KPU masih kesulitan untuk mencari tenaga PPD dan PPS dari dua distrik tersebut.

Komisioner KPU Kabupaten Nabire, Oktovianus Takimai dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Pemilu tahun 2019 di Hotel Mahavira 2, Jumat (9/3) mengatakan KPU Nabire sedang memasuki tahapan perekrutan PPD dan PPS unTuk Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden-Wakil Presiden tahun 2019. Tetapi, hingga kini tAhapan tersebut belum selesai karena masih kesulitan dengani mencari cari anggota PPD dan PPS untuk Ditrik Teluk Umar dan Yaur.


Usai Rapat Koordinasi, Takimai kepada media ini mengatakan KPU mengalami kesulitan untuk mendapat calon anggota PPD dan PPS karena sumber daya manusia (SDM) dari dua distrik ini terbatas.


Takimai menambahkan, KPU masih bisa rekrut dari tenaga PPD dan PPS yang masuk untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tetapi terkendala dengan aturan. Karena, tenaga penyelenggara Pemilu tidak bisa diangkat tiga kali berturut-turut.


Menurut Takimai, KPU telah berusaha koordinasi dengan masyarakat terhadap kendala yang dihadapi, tidak ada warga dari Yaur dan Teluk Umar yang mau mendaftar untuk tenaga PPD dan PPS namun kurang direspon oleh masyarakat dari dua distrik tersebut.


Tertibkan Pemilih Acak


Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Nabire, Mesak Magay dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Pemilu 2019 meminta agar lembaga penyelenggara menertibkan pemilih yang diacak antara Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang satu dengan TPS lain.


Karena pengalaman selama Pemilu 2014, dan Pikada Nabire tahun 2015 lalu, terjadi masalah pemilih yang diacak antara TPS yang satu dengan TPS lain belum dituntaskan.


Komisoner KPU, Oktovianus Takimai mengatakan pengalaman seperti itu terjadi ketika KPU Pusat memasukan data pemilih ke TPS, ketika terdapat kelebihan pemilih di TPS yang satu secara otomatis dipindahkan ke TPS berikut.


Untuk mengurangi masalah ini, kata Takimai, KPU sedang mendata pemilih ke tengah warga yang dilaksanakan oleh petugas pemutahiran data pemilih (PPDP) lewat program Coklist. Lewat pendataan pemilih ini diharapkan akan meminimalisir keluhan data pemilih seperti yang dialami selama ini.(ans)

Dibaca 381 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.