Pemkab Asmat Berikan Penghargaan Bagi Satgaskes TNI | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Sekda Asmat, Barthomoleus Bocoropces M. Ec. Dev saat menyerahkan penghargaan kepada tim III Satgaskes TNI yang baru saja menyelesaikan tugasnya. Sekda Asmat, Barthomoleus Bocoropces M. Ec. Dev saat menyerahkan penghargaan kepada tim III Satgaskes TNI yang baru saja menyelesaikan tugasnya.

Pemkab Asmat Berikan Penghargaan Bagi Satgaskes TNI

Papua Selatan Penulis  Senin, 05 Maret 2018 17:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Timika, Pemerintah kabupaten Asmat memberikan apresiasi dan penghargaan kepada satuan tugas kesehatan (Satgaskes) TNI yang telah membantu penanggulangan KLB campak dan gizi buruk.

Penghargaan juga diberikan kepada 19 orang anggota Tim III Satgaskes TNI yang baru saja menyelesaikan tugasnya.

Tim Satgaskes III mendapatkan penghargaan atas kontribusi dalam pendampingan pasca penanggulangan kejadian luar biasa penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat. Pemberian penghargaan ini langsung diberikan oleh sekretaris daerah Barthomoleus Bocoropces M. Ec. Dev. Sekda menyampaikan terimakasih yang sebesar - besarnya kepada Timkes TNI yang telah berbuat untuk masyarakat Asmat. "Bagi prajurit TNI penugasan di Asmat pasti memberikan pengalaman tersendiri. Dengan melihat langsung kehidupan masyarakat disini semakin mengerti bagaimana membangun masyarakat Asmat," ujar Sekda.

Sebelum acara penyerahan penghargaan tersebut didahului dengan paparan Dantim Satgaskes TNI Letkol laut (K) dr. Aminudin Harahap Sp. A M. Tr. Hanla atas hasil kinerja tim selama bertugas di Asmat. Dantim satgaskes Asmat melaporkan hasil kerja timnya kepada Sekda dengan jumlah layanan kesehatan yang tidak kurang dari 100 warga setiap hari dilayani di setiap distrik , immunisasi lebih dari 800 anak selama Tim III bertugas dan lebih dari 20.000 anak sejak ditetapkan KLB serta pemberian vitamin A. Serta yang tidak kalah pentingnya Tim Satgas Kes III bersama Kemenkes dan petugas setempat mampu menggairahkan kembali semangat Pengabdian Kader Kesehatan yang kebanyakan dari Guru yang notabenya bukan profesi kesehatan dan juga Puskesmas Keliling untuk menyisir dan memberi layanan pada warga yang tidak mampu mendatangi fasilitas kesehatan di Puskesmas.

Dantim satgaskes TNI berpesan kepada tim selanjutkan agar dapat melanjutkan apa yang telah dicampai timnnya terutama yang menjadi fokus utama yaitu pemetaan cakupan imunisasi campak dan pendampingan kasus gizi buruk.

Disela sela-sela paparannya Dansatgas memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk menceritakan pengalamannya selama bertugas di distrik. Berbagai macam kendala mulai dari pasang surut air laut, ketersediaan bahan bakar minyak yang terbatas yang merupakan hal yang mutlak harus di atasi karena kegiatan penyisiran,imunisasi dan pelayanan kesehatan warga ke kampung-kampung hanya bisa melalui jalur air menggunakan speedboat. Namun hal ini tidak menjadikan kegiatan di distrik menjadi terhenti, berkat dedikasi yang tinggi akan pengabdian kendala ini menjadi tantagan dan bisa dipecahkan.

Dibaca 593 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.