Pilkada Papua Tanpa Kekerasan dan Konflik | Pasific Pos.com

| 16 August, 2018 |

Deklarasi kampanye damai yang di gelar di halaman Kantor Gubernur di Dok II Jayapura Sabtu (24/2/18) yang diikuti semua kandidat cagub/cawagub dan cabup/cawabup. Deklarasi kampanye damai yang di gelar di halaman Kantor Gubernur di Dok II Jayapura Sabtu (24/2/18) yang diikuti semua kandidat cagub/cawagub dan cabup/cawabup.

Pilkada Papua Tanpa Kekerasan dan Konflik

Headline Penulis  Minggu, 25 Februari 2018 22:56 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Gong pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah untuk 1 Provinsi dan 7 Kabupaten di Provinsi Papua telah ditabuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di halaman Kantor Gubernur di Dok II Jayapura Sabtu (24/2).

Sebanyak enam poin disampaikan oleh Ketua KPU Adam Arisoy dan diikuti 2 pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur Papua bersama para bupati dan wakil bupati dari 7 kabupaten, serta pelepasan balon perdamaian berwarna merah putih dan biru kuning oleh pasangan Lukas Enembe – Klemen Tinal dan John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae.


Selama tiga bulan kedepan para kontestan putra – putri terbaik di wilayah bumu cenderawasih ini akan menyampaikan visi dan misinya untuk menarik simpati masyarakat untuk memilih mereka.


Komisoner KPU Republik Indoneaia, Evi Ginting menegaskan semua kontestan arus bisa memastikan kampanye di Bumi Cenderawasih berjalan damai tanpa kekerasan dan konflik.


“Kami KPU RI tidak ingin mendengar ada konflik yang terjadi. Momentum Pilkada damai harus ditanamkan seluruh masyarakat Saling menghormati dan santun. KPU lebih mengutamakan kampanye yang dialogis,”tukasnya.


Hal ini agar dalam pilkada ini pasangan calon bisa dimengerti rakyatnya. Apa yang ditawarkan para calon kepala daerah untuk Papua di masa datang. “Apakah aku Papua bisa diwujudkam bersama sama. Kami juga meminta pendukung untuk bisa saling menghargai diantara sesama pendukung baik gunung dan pesisir,”tegasnya.


KPU RI juga akan memastikan apakah pemilu di 7 kabupaten ini berjalan dengan Langsung Umum Bebas dan Rahasia (LUBER) “Damai di Tanah Papua Pemilih berdaulat negara kuat,”ucapnya.


Diketahui selain pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua ada juga Pilkada di 7 kabupaten diantaranya Biak Nimfor. Jayawojaya, Mamberamo Tengah, Mimika, Puncak, Deiyai dan Paniai. Jangan Gunakan Fasilitas Negara.


Sementara itu Wakapolda Papua, Brigjen Pol Yakobus Marzuki mengatakan, kepolisian menghendaki dan berupaya membuat komitmen damai. “Kami sudah sampaikan kepada para tokoh agama dan masyarakat . Untuk sampaikan komitmen pilkada damai,” tuturnya.


Ada enam faktor yang harus diingat para kandidat yakni KPU dan Bawaslu harus independen dan hal ini harua dijaga. Kedua TNI/Polri harus menjaga netralitas.


Tiga Pemerintah daerah juga tidak kalah pentingnya untuk tidak menggunakan fasilitas negara di masa kampanye.


Empat para calon timses untuk tidak mengerahkan massa selama kampanye. Jika ada konflik maka harus diselesaikan sesuai aturan. Kelima komitmen dari media juga harus seimbang dalam pemberitaan.


Keenam aparat kepolisian juga meminta dukugan kepada seluruh pemantau untuk dukung pilkada bermartabat dan demokratis. “Kita akan berdayakan LSM Ormas untuk mencegah money politic,”akunya.


Aparat kepolisian juga akan mengedepankan Bawaslu untuk menjaga netralitas. “Kapolda bersedia menjadi fasilitator bila ada pelanggaran. Segera laporkan apabila ada oknum Polri yang bermain dalam pilkada,”ucapnya.


Selain itu juga Kapolda juga sudah memerintahkan untuk dilakukan pengawalan untuk semua komisioner KPU dan Bawaslu serta para calon kepala daerah. untuk menjaga keamanan mereka. “Kami juga lakukan pengamanan kepada calon. Bila belum ada yang dikawal. Kami meminta untuk laporkan. Kami akan lakukan pengamanan secara optimal,”janjinya.


Pangdam diwakili Kasdam Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Kantiasa berharap agar Pilkada di Papua berjalan dengan aman nyaman dan damai. “Pengamatan dari pusat kita di Papua di prediksikan akan terjadi hal - hal yang tidak diinginkan konflik. Tetapi ini semua dikembalikan kepada masyarakat Papua apakah mau damai atau tidak,”tuturnya.


Saat ini di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo pembangunan di tanah ini sudah bukan lagi Jawa sentris, melainkan Indonesia sentris. Termasuk Papua menjadi perhatian. “Presiden Jokowi sangat peduli Papua. Bisa kita lihat selama menjabat sebagai presiden sudah 8 kali beliau datang kesini,” kata Kasdam.


Dikesempatan itu Kasdam juga menegaskan bahwa tugas TNI membantu pemerintah daerah dan juga memback up polri untuk menjaga keamanan. “Laksanakan pesta demokraai dengan gembira. Dengan komitmen bersama untuk menjalan secara damai maka itu harus dilaksanakan,”tukasnya. (Tiara/Bams)

Dibaca 336 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.