260 Mahasiswa FKIP Ikut Pengembangan Profesi | Pasific Pos.com

| 22 February, 2019 |

260 Mahasiswa FKIP Ikut Pengembangan Profesi

Papua Barat Penulis  Sabtu, 24 Februari 2018 10:22 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Sebanyak 260 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Papua (Unipa) penerima bantuan bidikmisi angkatan 2014, 2015, 2016, dan 2017 dari 6 jurusan mengikuti program pengembangan profesi dan pengabdian sekolah di SP 4, Kampung Udapi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Jumat (23-24/2).

Wakil Dekan III FKIP Unipa, Quin D. Tulalesy mengatakan, program ini memiliki tujuan yang stategis karena ikut membantu institusi mengembangkan tridarma perguruan tinggi.


Mahasiswa, kata dia juga dapat mendedikasikan ilmu yang diperolehnya dibangku kuliah melalui praktek di lapangan. Kemudian, dapat melatih mahasiswa agar lebih kreatif dalam meningkatkan kompetensi ilmunya.


“Saya pikir manfaatnya sudah jelas, jadi kembali kepada mahasiswanya untuk mengeksplorasi kompetensi dibidang keilmuan mereka untuk diwujudkan dalam kegiatan pengabdian,” jelas Tulalessy kepada Tabura Pos di Kampus FKIP Unipa, kemarin.


Disinggung sasaran pengabdian yang dilakukan Tulalessy menjelaskan, mahasiswa penerima bidikmisi akan mengabdi pada satuan pendidikan yang berada di Distrik Prafi, baik tingkat SD, SMP, SMA maupun SMK.


“Kita mendistribusikan mahasiswa sesuai bidang ilmu mereka di sekolah, baik bidang pendidikan matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, pendidikan biologi, pendidikan kimia, dan jurusan pendidikan fisika.


Selama di lapangan, para mahasiswa ini akan memperagakan alat yang sudah dibuat pada saat pelatihan kegiatan bidikmisi ditahun sebelumnya. “Nah, alat-alat peraga inilah yang sekarang mereka gunakan untuk kegiatan pengabdian,” beber Tulalessy.


Pelaksanaan program di lapangan, lebih kepada pengembangan profesi dan pengabdian sementara untuk, Sabtu (hari ini) outbond.


Melalui kegiatan tersebut, tambah dia, mahasiswa dapat mengaktualisasikannya dalam kehidupan nyata. “Saya pikir kegiatan outbond untuk mengubah karakteristik seorang guru untuk lebih terampil dan cekatan agar kedepan mereka lebih siap di lapangan.” ujarnya.


Outbond dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dengan melakukan pemutaran film edukasi bagi anak-anak di SP. Kemudian, para mahasiswa juga akan melakukan pameran alat peraga.


“Kita berharap melalui kegiatan ini mahasiswa sebagai calon guru mereka dapat mengembangkan kompetensi ilmunya selama studi baik di semester 6, 4, maupun 2,” hara Tulalessy. [FSM-R3] 

Dibaca 421 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.