Tarian Tiga Suku Iringi Pembangunan Gereja Santo Agustinus Entrop | Pasific Pos.com

| 25 September, 2018 |

Tari Pa'gellu dimainkan tiga orang perempuan cantik diiringi musik gendang untuk penggalangan dana pembangunan gereja Santo Agustinus Entrop. Tari Pa'gellu dimainkan tiga orang perempuan cantik diiringi musik gendang untuk penggalangan dana pembangunan gereja Santo Agustinus Entrop.

Tarian Tiga Suku Iringi Pembangunan Gereja Santo Agustinus Entrop

Kota Jayapura Penulis  Minggu, 18 Februari 2018 19:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA, - Tarian tiga suku, yaitu Toraja dari Provinsi Sulawesi Selatan, Lamaholot dan Manggarai di Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengiringi pembangunan gereja Santo Agustinus Entrop, Kota Jayapura, Papua, Minggu (18/2/18).

Salah satu tarian khas adat Toraja, yaitu tari pa'gellu biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara-upacara adat. Namun, kali ini tari pa'gellu atau menari-nari, ditampilkan untuk menggalang dana pembangunan gereja Santo Agistinus Entrop.


Memakai pakaian khas adat Toraja dan diringi musik gendang, penari pa'gellu meliuk-liuk dan berlenggak-lenggok, yang mencerminkan spirit, keseimbanagan, kesopanan dan kebersamaan, dan tentunya untuk menghibur penonton.


Selain tari pa'gellu, tarian khas suku Lamaholot, yaitu tari seleng, tari tenun, tari perang juga tak kalah seru. Pemuda-pemudi dari Lamaholot sangat cekatan memainkan tarian khas daerahnya sambil diiringi alat mudik.


Ada juga tarin khas suku Manggarai, yaitu tari ceci atau tari menyambut tamu kehormatan pada suatu acara, sekaligus menghibur penonton, diantaranya Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, Ketua Umum Flobamora di Kota Jayapura, Sulaeman L. Hamzah, dan tamu undangan.


"Saya lihat umat Katolik Santo Agustinus Entrop sangat kreatif dan inovasi dengan mencari dana untuk membangun rumah Tuhan. Pemerintah Kota Jayapura hanya menambah kekurangan saja," kata Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, yang juga sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja.


Benhur berpesan agar umat Katolik di Kota Jayapura terus menjaga kerukunan dan saling mendukung agar menjadi berkat di sekitar lingkungan Paroki masing-masing.


"Semua rumah-rumah ibadah di kota ini, Pemerintah Kota Jayapura respon dan dukung. Tarian budaya yang sudah ditampilkan adalah talenta yang sudah diberikan Tuhan," kata Benhur.


Ketua Umum Flobamora di Kota Jayapura, Sulaeman L. Hamzah mengatakan masyarakat Flobamora tampil lebih depan karena kebiasaan bergotong-royong meski agama berbeda berkewajiban untuk membantu pembangunan baik gereja maupun masjid.


"Itulah budaya di kampung halaman kami bawa di sini (Kota Jayapura). Kami berharap pembangunan gereja Santo Agustinus Entrop ini cepat selesai," kata Sulaeman.


Ketua Pembangunan Gereja Santo Agustinus Entrip, Jeffry Ferdy mengatakan luas gereja memilik luas 18x30 meter, yang menelan dana Rp 5 miliar.


"Dana ini dari partisipasi umat. Kami selesaikan pembangunannya dua tahun. Kalau dari umat semangat semua untuk merealisasikan pembangunan gereja," kata Jeffry.

Dibaca 587 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.