Pentas Seni dan Budaya Warnai HUT SMPN 2 Sentani ke-39 | Pasific Pos.com

| 18 June, 2018 |

Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, didampingi Kepala SMPN 2 Sentani Klasina Yanggroseray, S.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Herald Berhitu, Anggota DPRD Kabupaten Jayapura Ismail Mambi dan sejumlah Alumni SMPN 2 Sentani, ketika melepas balon gas ke udara sebagai tanda acara perayaan HUT SMPN 2 Sentani ke-39. Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, didampingi Kepala SMPN 2 Sentani Klasina Yanggroseray, S.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Herald Berhitu, Anggota DPRD Kabupaten Jayapura Ismail Mambi dan sejumlah Alumni SMPN 2 Sentani, ketika melepas balon gas ke udara sebagai tanda acara perayaan HUT SMPN 2 Sentani ke-39.

Pentas Seni dan Budaya Warnai HUT SMPN 2 Sentani ke-39

Kabupaten Jayapura Penulis  Minggu, 18 Februari 2018 19:32 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro berkesempatan menghadiri perayaan Hari Ualng Tahun (HUT) SMP Negeri 2 Sentani ke-39 tahun 2018, Sabtu (17/2/18) pagi.

Perayaan hari jadi itu ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun dan pelepasan balon gas ke udara oleh Wabup Giri didampingi sejumlah alumni siswa SMPN 2 Sentani, Anggota DPRD Kabupaten Jayapura Ismail Mambi, Kepala SMPN 2 Sentani Klasina Yanggroseray, S.Pd dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Herald Berhitu.


Suasana keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai perayaan HUT SMPN 2 Sentani ke-39. Perayaan semakin hikmad dengan kehadiran para alumni guru dan juga siswa yang sempat mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Acara syukuran HUT ditandai dengan pemotongan kue Ultah dan pelepasan balon gas ke udara.


“Harapan kami dari pemerintah daerah, dengan adanya hari ulang tahun SMPN 2 Sentani ini dapat menjadi satu semangat untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu kita dalam hal pendidikan, yakni Ki Hajar Dewantoro,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro ketika menjawab pertanyaan harian ini disela-sela perayaan HUT SMPN 2 Sentani, Sabtu (17/2/18).


Wabup Giri juga mengungkapkan, mereka yang ada di SMPN 2 Sentani ini mengimplementasikan hari jadinya dalam kegiatan belajar mengajar dan juga ini suatu yang sangat luar biasa.


“Jadi, kita bisa melihat secara bersama suasananya begitu gembira dan riang. Begitupun dari guru-guru maupun alumni siswa yang pernah bersekolah di SMPN 2 Sentani ini memberikan apresiasi terhadap acara ulang tahun tersebut. Ini juga menjadi tolak ukur buat kita atau buat sekolah-sekolah lain, bagaimana yang sudah dididik ikut peduli atau yang sudah lulus itu bukan membiarkan (memutuskan hubungan) dengan sekolahnya,” ucap Giri Wijayantoro.


“Akan tetapi, masih ingat kembali hubungan internal mereka yang pernah dididik di sekolah SMPN 2 Sentani. Juga mereka masih mau berkunjung, bersilaturrahmi serta harus mengambil tanggung jawab dari pendidikan itu jangan sampai gagal. Artinya, tindakan-tindakan mereka itu harus tindakan yang berbudi luhur dan menjaga nama baik sekolah itu sendiri,” sambungnya.


Lebih jauh, Giri itu menilai banyak sekali kemajuan dari SMPN 2 Sentani. Terutama dari aspek tenaga pendidik, yang mampu menularkan ilmu dengan disiplin yang tinggi. Sehingga dirinya yakin siswa-siswi yang dihasilkan itu adalah siswa berprestasi dan tidak ada yang gagal.


“Ini yang harus ditingkatkan terus dan semoga kedepan SMPN 2 Sentani juga menjadi sekolah unggulan atau menjadi contoh buat sekolah-sekolah lain di daerah ini,” terangnya.


Sambung Wabup Giri, SMPN 2 Sentani dalam perayaan hari jadinya yang menampilkan adat istiadat, budaya dan juga atraksi tari-tarian tradisional dari beberapa daerah ini menjadi kemudahan-kemudahan bagi semua orang.


“Ketika kita ingin melihat budaya dari daerah lain itu semua tersajikan disini. Jadi, kita yang dari seberang kesini ikut terwakili dan bisa merasakan bahwa daerah ini juga milik kita bersama,” bebernya.


“Sehingga kerinduan terhadap suatu daerah bisa terobati dengan penampilan-penampilan seni budaya yang ditampilkan baik dari Jawa, Bugis-Makassar, Toraja, Batak, Maluku, Menado maupun dari Papua itu sendiri yang lebih dominan. Ini menjadi kekayaan budaya kita dan bisa dikolaborasikan dengan budaya yang ada di daerah ini, agar menjadi satu gerakan-gerakan seni yang mendatangkan keindahan-keindahan untuk dikembangkan dan dinamis,” pesannya mengakhiri.


Sementara itu, Kepala SMPN 2 Sentani, Klasina Yanggroseray, S.Pd, memberikan apresiasi atas berbagai kreasi dan inovasi dari siswa yang ditampilkan dalam perayaan HUT SMPN 2 Sentani ke-39 tahun 2018.


Menurut Klasina, acara ulang tahun sekolahnya itu merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilaksanakan dengan mengisi berbagai kegiatan lomba-lomba baik antar kelas maupun peserta didik. Namun kali ini, pihaknya mencoba dengan melakukan kegiatan lain.


“Karena kita melihat masalah di Indonesia mengenai kerukunan itu sudah mulai berkurang atau memudar. Sehingga anak-anak ini bagaimana kita bina dan latih mereka untuk menerima budayanya, juga dapat menerima budaya orang lain,” tuturnya.


Selain perayaan hari jadi sekolah, pihaknya juga melakukan pentas seni dan budaya.


“Akhirnya dengan pentas seni dan budaya ini juga ikut menyemarakkan ulang tahun sekolah. Ini tentu akan memotivasi untuk pelaksanaan pentas seni dan budaya pada ulang tahun berikutnya,” kata Klasina.


“Dengan harapan, mereka yang lain bisa melihat, bisa menerima dan juga bisa mencintai budaya itu. Karena dengan perbedaan itu, kita satu kesatuan untuk membangun bangsa, khususnya di SMPN 2 Sentani. Supaya jangan ada gap lagi diantara kita, dan kita semua sama disini untuk membangun SMPN 2 itu perlu ada kerukunan,” harap Klasina Yanggroseray yang baru delapan bulan menjabat sebagai Kepala SMPN 2 Sentani tersebut.

Dibaca 886 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik