FKUB Jayapura Akan Studi Banding Kerukunan Umat Beragama di Bali | Pasific Pos.com

| 27 May, 2018 |

Foto Bersama Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro bersama sejumlah Kepala OPD di Lingkup Pemkab Jayapura dengan Pengurus FKUB Kabupaten Jayapura, usai pertemuan atau audiens di VIP Room Kantor Bupati Jayapura, Selasa (13/2/18) siang Foto Bersama Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro bersama sejumlah Kepala OPD di Lingkup Pemkab Jayapura dengan Pengurus FKUB Kabupaten Jayapura, usai pertemuan atau audiens di VIP Room Kantor Bupati Jayapura, Selasa (13/2/18) siang

FKUB Jayapura Akan Studi Banding Kerukunan Umat Beragama di Bali

Kabupaten Jayapura Penulis  Selasa, 13 Februari 2018 19:59 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Dari Audiens FKUB Kabupaten Jayapura dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura

 

SENTANI- Kehidupan antar umat beragama yang selama ini terkenal penuh toleransi di Provinsi Bali menarik minat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura untuk melakukan penelitian dan studi banding. Direncanakan pada tanggal 21 Februari hingga 24 Februari 2018 nanti, delegasi FKUB Kabupaten Jayapura akan berkunjung ke Kota Denpasar, Provinsi Bali untuk melakukan studi banding.

Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Hosea Taudufu, S.Th, mengatakan, bahwa selama ini pihaknya mengetahui indeks keberagaman dan toleransi di Provinsi Bali cukup tinggi.

Atas dasar itu, pihaknya berencana melakukan studi banding untuk membangun kehidupan toleransi antar umat beragama di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura.

“Dalam rangka persiapan FKUB Kabupaten Jayapura yang berencana studi banding ke Kota Denpasar, Provinsi Bali. Oleh karena itu, kita lakukan audiens dengan bupati dan wakil bupati, untuk meminta dan memohon ijin dukungan pemerintah guna FKUB bisa melakukan studi banding ke Bali,” jelasnya kepada wartawan usai pertemuan di VIP Room Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (13/2/18) siang.

Pendeta Hosea menambahkan, studi banding yang akan dilakukan ini dalam rangka penguatan kapasitas FKUB Kabupaten Jayapura sebagai sarana untuk menjaga integritas kehidupan beragama di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura.

“Yang mana, pencanangan zona inetegritas kerukunan di Kabupaten Jayapura pada tahun 2016 lalu itu telah mendunia. Sehingga melalui kunjungan atau studi banding nanti, kita mencoba untuk bisa belajar bagaimana kehidupan ummat beragama di Provinsi Bali, khususnya di Kota Denpasar,” kata Hosea.

Dirinya menambahkan bahwa Bali kemudian menjadi perhatian atau tempat bagi semua ummat (orang) untuk bisa datang kesana.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, menjelaskan dalam pertemuan atau audiens itu FKUB Kabupaten Jayapura telah memaparkan program kerjanya, yang berkaitan dengan pencanangan Kabupaten Jayapura sebagai Zona Integritas Kerukunan.

“Sehingga dari sisi agama-agama yang ada dalam forum tersebut, bagaimana mereka meningkatkan program mereka untuk memberikan support terhadap apa yang telah kita canangkan bersama-sama di Kabupaten Jayapura ini,” jelasnya.

Salah satu yang akan mereka lakukan adalah belajar bersama dengan FKUB di Kota Denpasar, Provinsi Bali.

“Sebenarnya dari kemarin-kemarin, tapi saya minta kepada mereka untuk siapkan agenda itu secara baik. Kalau kesana itu apakah FKUB disana sudah siap atau belum. Artinya siap itu, kita butuh apa dan mereka bisa bantu apa untuk informasi-informasi atau saling tukar informasi tersebut,” ujarnya.

Terkait kesiapan itu, kata Bupati Mathius, mereka atau FKUB Kabupaten Jayapura harus lakukan komunikasi terlebih dahulu, apakah FKUB disana sudah siap dan kapan waktunya serta apa yang harus dibahas, atau apa yang dibutuhkan oleh FKUB Kabupaten Jayapura.

“Jadi semua itu harus jelas. Jangan bilang Bali ini aman, pariwisatanya lancar (bagus), terus kita langsung kesana. Tapi harus jelas, mau kesana itu mau bicara apa. Harus ada konsep, ada tujuan yang ingin dicapai dan ada hasil yang harus dibawa pulang,” tegasnya.

“Kedepannya, kita berharap FKUB ini juga mengembangkan kegiatan-kegiatan lain seperti jalan santai dari seluruh denominasi agama yang ada, gereja yang ada maupun dengan berbagai kelompok masyarakat. Supaya forum kerukunan itu dapat terwujud di dalam kebersamaan seperti itu. Kalau kita hanya bicara-bicara atau khotbah-khotbah saja, tapi tidak bisa terwujud didalam kehidupan sehari-hari,” tukas Mathius Awoitauw.

Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro kepada wartawan usai pertemuan mengatakan, audiens dengan FKUB Kabupaten Jayapura ini terkait membahas program kerja mereka dengan pencanangan zona integritas kerukunan baik itu antar ummat Bergama maupun antar suku yang telah dilakukan di Kabupaten Jayapura.

“Jadi FKUB ini, merencanakan untuk melakukan kegiatan studi banding di Provinsi Bali. Supaya kita juga ada penambahan wawasan, pengetahuan dan mencontohi kerukunan yang ada di Bali. Bagaimana orang dari luar datang ke Bali, terus masyarakatnya begitu ramah-tamah terhadap setiap tamu yang berkunjung ke Pulau Dewata tersebut,” ucapnya.

“Ini yang dapat dijadikan contoh di Kabupaten Jayapura, termasuk FKUB menjadi ujung tombak dalam memberikan contoh-contoh baik, yang akan disampaikan kepada masyarakat di Kabupaten Jayapura,” tandas Giri Wijayantoro.

Dibaca 246 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.