Disdukcapil Kota Jayapura Pastikan Akhir Tahun akan Menyampaikan Data OAP | Pasific Pos.com

| 22 February, 2018 |

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura, Merlan S. Uloli. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura, Merlan S. Uloli.

Disdukcapil Kota Jayapura Pastikan Akhir Tahun akan Menyampaikan Data OAP

Kota Jayapura Penulis  Selasa, 13 Februari 2018 19:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA, - Terkait instruksi Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk mendata semua orang asli Papua, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura memastikan Desember 2018 sudah bisa menyampaikan data Orang Asli Papua (OAP) yang ada di Kota Jayapura.

"Kami sudah dapat 3200 marga OAP di Kota Jayapura. Maka Desember 2018 per suku yang ada di Kota Jayapura bisa kami dapatkan. Kami sudah star lakukan pendataan dari Januari," kata Kadispendukcapil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli di Grand Abe Hotel Jayapura, Selasa (13/2/18).


Merlan mengaku, untuk bisa mengetahui jumlah OAP yang tinggal di Kota Jayapura harus berdasarkan marga karena marga berperan penting keberadaan jumlah OAP.


"Bisa saja satu marga ada ratusan orang. Misalnya marga Kambuaya, begitu dipanggil Kambuaya kan akan keluar semua Kambuaya. Ini memakai sistem Aplikasi," kata Merlan.


Untuk mengetahui apakah dengan marga bisa diketahui OAP atau tidak, kata Merlan harus melalui pemutakhiran tersendiri.


"Yang jelas kami dukcapil itu hanya memberikan data sesuai data base center kami berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK). Soal asli atau tidak itu diluar kewenangan kami. Kami diberikan dana Rp 500 juta untuk mendata OAP. Kesulitan kami karena harus membuktikan setiap marga di setiap daerah itu asli atau tidak," kata Merlan.


Disinggung data Orang Asli Papua Port Numbay (Kota Jayapura), kata Merlan, sejak 2016 sudah siap dan telah selesai dilakukan pendataan by name by addres, pekerjaan, dan pendidikan.

Dibaca 54 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik