Pratu Sandi Tewas Ditembak di Pasar Sinak | Pasific Pos.com

| 15 August, 2018 |

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi. Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Pratu Sandi Tewas Ditembak di Pasar Sinak

Headline Penulis  Senin, 12 Februari 2018 19:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, – Pratu Sandi, anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) di distrik Sinak, kabupaten Puncak meninggal dunia ditembak sekelompok anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Pasar Sinak, Senin (12/2/18).

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.


“Insiden penyerangan itu terjadi Senin (12/2/18) pagi, sekitar pukul 10.00 WIT di pasar Sinak, distrik Sinak, kabupaten Puncak,” kata Kapendam dalam rilisnya.


Dalam rilisnya Kapendam mengatakan, kejadian itu bermula ketika 4 anggota Pos TNI berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Sinak. Namun di tengah keramaian pasar, tiba-tiba 5 anggota KKSB tiba-tiba menyerang Pratu Sandi yang kebetulan terpisah dari ketiga rekannya.


“Naas, saat terpisah dari rekan-rekannya Pratu Sandi tiba-tiba diserang 5 anggota KKSB yang membawa pistol dan golok. Pratu Sandi meninggal di tempat setelah terkena tembakan di telinga kiri. Setelah merampas pistol milik korban, kelompok KKSB ini lalu melarikan diri ke arah kampung Akenggen,” kata Aidi.


Anggota pos TNI yang mendengar suara tembakan langsung mendatangi lokasi kejadian. Lettu Inf Iqbal memimpin pengejaran terhadap anggota KKSB yang melarikan diri ke Kampung Akenggen.


Sempat terjadi kontak tembak antara anggota Pos TNI dengan anggota KKSB, namun mereka berhasil melarikan diri setelah berpencar di hutan.


Kapendam mengatakan jenazah Pratu Sandi saat ini masih berada di Sinak dan rencananya akan dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika dan selanjutnya akan dikirim ke Jakarta.

Dibaca 597 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.