KPU Skorsing Penetapan Pasangan Calon Gubernur Papua | Pasific Pos.com

| 22 February, 2018 |

Calon Gubernur Papua, John Wetipo dan Lukas Enembe. Calon Gubernur Papua, John Wetipo dan Lukas Enembe.

KPU Skorsing Penetapan Pasangan Calon Gubernur Papua

Headline Penulis  Senin, 12 Februari 2018 16:33 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA, - Sesuai demgan jadwal tahapan pilkada 2018, Senin, 12 Februari 2018, KPU Papua melaksanakan Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Namun, penetapan terpaksa harus diskorsing hingga pukul 23.00 Wit malam. Skorsing dilakukan, karena KPU belum menerima rekomendasi dari Majelis Rakyat Papua (MRP) terkait keaslian orang Papua dari satu bakal calon Gubernur


“kita belum menerima dokumen dari MRP kita tunggu sampai pukul 23.00 malam. Kita sudah berusaha melakukan semua tahapan sesuai aturan. Dimana kita juga selalu berkonsultasi dengan bawaslu dan juga pimpinan KPU di pusat,” ungkap Komisioner KPU Papua, Musa Sombuk.


Menurutnya, berkas rekomendasi dari MRP ini merupakan salah satu persyaratan penting dalam penetapan bakal calon menjadi calon. Karena ini menyangkut tentang keaslian orang Papua, sebagaimana salah satu persayaratan yang diamanatkan dalam UU Otsus

 

“Selama ini kita sudah mendorong agar proses ini bisa berjalan sesuai tahapan, tapi buktinya hari ini dokumennya tidak ada. Orang MRP juga sudah kita undang hari ini, tapi mereka tidak ada yang datang,” ujarnya.


Terkait skorsing yang dilakukan KPU, Bakal Calon Gubernur, Jhon Wempi Wetipo mengaku heran dengan tahapan yang berjalan


“seperti saya bukan orang papua. Saya ingin sampaikan, meski kita menyandang otonomi khusus, tapi di PKPU (Peraturan KPU) tidak berlaku otsus. PKPU mengatur tentang penyelenggaraan tahapan pemilukada. Memang satu pasal Otsus memberikan pertimbangan tentang keaslian orang papua. Jadi saya berharap mudah mudahan pukul 23.00 sudah bisa dilakukan penetapan,” harapnya.

 

Menurutnya, jika bakal calon lainnya semisal Lukas Enembe, Klemen Tinal, dan juga Habel Suwae sebelumnya sudah pernah bertarung di Pilgub dan otomatis telah lolos verifikasi dari MRP.


“Nah, saya saja yang belum. Tapi hari ini kalau saya diminta ke MRP untuk klarifikasi satu dua jam selesai. Tidak perlu diperpanjang seperti ini,” katanya.


Ditanya sikap yang akan dilakukan jika saja hingga pukul 23.00 WIT, berkas yang ditunggu dari MRP tidak juga datang? Wetipo menjawab disinilah peran KPU dan Bawaslu untuk mengumumkan.


“Artinya saya ini kan peserta, andaikan mereka memutuskan sesuai dengan syarat ketentuan atau tidak? jangan karena MRP tidak memberikan pertimbangan, kemudian usaha yang dilakukan selama ini berbulan bulan terhenti karena digugurkan, ini kan tidak rasional,” tukas Wetipo yang diusung partai PDI-P ini.


Sementara itu bakal calon Gubernur Petahana, Lukas Enembe menyatakan akan mengikuti prosedur KPU


“Kalau KPU skorsing kita sebagai peserta ikut saja. Kita tidak tahu masalah antara KPU, MRP dan DPRP itu uruapan antar lembaga,” kata Lukas


“Hari ini kan penetapan secara nasional. Kalau ada masalah itu uruapan mereka antar lembaga. Menurut kami sih, KPU sudah bekerja bagus hanya saja saya lihat mingling kurang koordinasi antara lembaga KPU, MRP dan DPRP,”

Dibaca 67 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik