Negara Maju Pendidikan Prioritas, di Nabire Gaji Guru SMA/SMK Terlambat 2 Bulan | Pasific Pos.com

| 25 September, 2018 |

Kepala SMA Negeri 3, Aser Bawotong, S.Pd.,M.Pd, bersama Wakil Kepala Sekolah Dra. SecandziesWorabai, M.Pd Kepala SMA Negeri 3, Aser Bawotong, S.Pd.,M.Pd, bersama Wakil Kepala Sekolah Dra. SecandziesWorabai, M.Pd

Negara Maju Pendidikan Prioritas, di Nabire Gaji Guru SMA/SMK Terlambat 2 Bulan

Papua Tengah Penulis  Jumat, 09 Februari 2018 03:02 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE - Di negara-negara maju perhatian akan dunia pendidikan sangat menjadi prioritas utama yang diberikan oleh pemerintah atau pengambil keputusan, namun kenyataan di Provinsi Papua nasib guru malah diabaikan oleh pemerintah, terbukti sudah memasuki dua bulan para guru SMA dan SMK tidak menerima gaji.

Sehingga disana-sini timbul pertanyaan di hati dan pikiran para guru SMA dan SMK, jika status Aparatur Sipil Negara (ASN) dialihkan ke provinsi, kira-kira ada apa di kabupaten?, karena pengalihan status ini bukannya menyelesaikan masalah, akan tetapi justru menambah masalah baru.


Dan jika kita cermati secara seksama di daerah ini justru pendidikan yang hadir menjawab kemajuan daerah dari sisi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), namun setelah status ASN dialihkan ke provinsi para guru SMA dan SMK menilai akan terus mengalir tingkat masalah yang tak ada habisnya.


Demikian dikatakan Kepala SMA Negeri 3, Aser Bawotong, S.Pd.,M.Pd, bersama Wakil Kepala Sekolah Dra. SecandziesWorabai, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (8/2), di seputar SMAN 3 Nabire seraya menambahkan, pendidikan itu mahal, akan tetapi lebih mahal tanpa pendidikan. Untuk itu jangan main-main guru.


Perlu dipahami oleh pihak pengambil kebijakan soal nasib gaji guru, guru yang datang ke sekolah dan kelas bukan duduk melihat kertas akan tetapi datang berikan ilmu bagi anak-anak masyarakat yang ada di daerah ini tanpa membedakan anak orang kaya atau miskin atau anak suku, agama dan golongan tertentu saja.


Untuk itu, sudah dua bulan tidak menerima gaji, para guru SMA dan SMK sudah tidak sehat mental, sehingga para guru juga sudah mulai kendor dan tidak serius melaksanakan tugas, karena guru harus kenyang dan sehat maka tugas akan berjalan lancar.


Dan harus diperhatikan juga, guru di mana-mana tidak punya kerja dan pendapatan tambahan lain, sehingga dengan kondisi dua bulan tak terima gaji ini guru sudah pusing akan kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak serta kebutuhan lainnya. (des)

Dibaca 392 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.